Kemenpora Kucurkan Dana Rp 50 M untuk Pelatnas PSSI

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali bersama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan memberikan keterangan pers kepada wartawan terkait persiapan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021 di Media Center Kemenpora, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2020. (Foto: Dok. kemenpora.go.id)

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali bersama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan memberikan keterangan pers kepada wartawan terkait persiapan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021 di Media Center Kemenpora, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2020. (Foto: Dok. kemenpora.go.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga mengucurkan anggaran sebesar Rp 50,619 miliar dana Pelatnas untuk Timnas U-19 PSSI yang dipersiapkan mengikuti Piala Dunia U-20.

    Anggaran itu disepakati dalam MoU antara Kemenpora dan PSSI, yang ditandatangani Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kemenpora Yayan Rubaeni dengan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, Senin, 27 Juli 2020.

    Dalam sambutan, Menpora Zainudin Amali menyambut baik pencairan dana bagi PSSI ini.

    "Hari ini kembali penandatanganan MoU. Sebagaimana sebelumnya, kami lakukan secara transparan dan akuntabel. Juga mereview serta konsultasi dengan berbagai pihak," kata Zainudin.

    Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bhakti menyebutkan PSSI mengajukan anggaran sebesar Rp69, 144 miliar. "Disetujui sebesar Rp 50,619 miliar," kata Chandra.

    Dana itu, kata Chandra digunakan untuk biaya pelatnas 46 pemain, 7 staf pelatih, dan 8 tenaga pendukung. Dana pelatnas untuk honor, akomodasi dan konsumsi, suplemen, tryout ke luar negeri, transportasi, peralatan latihan tanding serta alat perlindungan kesehatan.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.