Valentino Rossi Yakin Set Up Motor Yamaha Bekerja di MotoGP Republik Cek

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales (kiri) mendapat sapaan selamat dari rekan setimnya Valentino Rossi usai memenangi laga MotoGP Malaysia di Sepang International Circuit, Malaysia, Minggu (3/11/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Lai Seng Sin/foc.

    Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales (kiri) mendapat sapaan selamat dari rekan setimnya Valentino Rossi usai memenangi laga MotoGP Malaysia di Sepang International Circuit, Malaysia, Minggu (3/11/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Lai Seng Sin/foc.

    TEMPO.CO, Jakarta - Valentino Rossi dan kru Monster Energy Yamaha berusaha keras untuk menyelesaikan set-up motor mereka menjelang MotoGP Republik Cek, akhir pekan ini. Pembalap asal Italia itu menganggap ketidakseimbangan berat motornya membuatnya tidak cukup cepat untuk menyaingi pembalap Yamaha lainnya, Maverick Vinales dan Fabio Quartararo. Rossi juga ingin mengantisipasi gagal mesin seperti yang dialami pada putaran pertama di Sirkuit Jerez, Spanyol.

    Direktur Pelaksana Yamaha Racing Lin Jarvis, Rossi dan krunya berhasil melakukan perubahan radikal motornya pada putaran kedua. "Valentino sangat kecewa setelah akhir pekan pertama. Kami memutuskan untuk mengubah sesuatu, ia benar-benar ingin mencobanya karena memang tidak ada ruginya," kata Jarvis, kepada BT Sport, dikutip Crash, Selasa 4 Agustus 2020.

    Meski begitu, Jarvis juga mengakui kesulitan untuk mengubah set up motor tim asal Jepan tersebut. Ia pun mengantongi banyak data dan informasi untuk pengaturan motor saat ini. "Kalian punya pembalap yang lebih cepat, jelas Fabio dan Maverick, juga Frankie (Franco Morbidelli), dan sebagian besar kami punya pengaturan yang sangat mirip. Tetapi Vale berjuang untuk mengatasi hal itu, untuk merasa nyaman dan membuatnya bekerja untuknya selama satu setengah musim terakhir," ujar dia.

    Semenntara itu, Valentino Rossi menegaskan keseimbangan berat adalah masalah inti motornya. Menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir, Yamaha mengalami banyak penurunan terhadap performa ban belakang. Pada akhir 2018 dan awal 2019, Yamaha mulai menyeimbangkan motor untuk menghemat ban.

    "Itu sangat bagus untuk Maverick dan Fabio. Bagi saya, itu bagus pada awalnya karena saya mendapatkan dua podium di Argentina dan Austin tahun 2019, tetapi saya tidak memperbaiki masalah dengan ban dan juga saya tidak bisa mengendarai motor seperti yang saya inginkan karena rasanya sangat berbeda, terutama ketika saya memasuki tikungan. Saya selalu memiliki masalah yang sama," ujar pembalap berjuluk The Doctor tersebut.

    Ketika Rossi anjlok, Maverick Vinales dan Fabio Quartararo mengalami progres kekuatan. Rossi pun bekerja bersama David Munoz, kepala kru Yamaha yang baru, untuk memperbaiki problem keseimbangan motornya. "Yamaha perlu mendukung saya karena saya di sini dan tahun depan saya akan balapan dengan Petronas, jadi mereka harus percaya pada saya karena mungkin saya tidak lebih cepat di lintasan, tetapi saya bisa membuat yang lebih baik saat balapan,"

    "Tahun ini kami lebih kuat. Kami tidak ingin menyerah. Kami mendorong keras para mekanik, dengan David, dengan semua kru. Kami membutuhkan sesuatu yang berbeda, tetapi kami harus banyak mendorong Yamaha. Itu tidak mudah. Saya memiliki hubungan yang hebat dengan Yamaha. Dalam hati, saya adalah pembalap Yamaha. Saya adalah bagian penting dari sejarah pabrikan ini. Tetapi saya ingin memberikan sedikit tekanan setelah hasil yang bagus ini."

    Adapun Lin Jarvis menambahkan, "Valentino mendorong, kami menerima dan melakukan perubahan. Saya tidak akan mengatakan itu menyelesaikan semua masalahnya, tetapi ia merasa jauh lebih nyaman dengan motornya, rasanya seperti itu motornya lagi dan karena itu ia dapat mengendarainya lebih baik. Itulah yang harus dilakukan pembalap, mendorong perubahan di dalam dan di luar trek."

    Pertanyaannya sekarang apakah motor dengan gaya Rossi ini juga akan bekerja secara efektif untuknya di Sirkuit Brno di MotoGP Republik Cek akhir pekan ini. The Doctor yakin itu akan terjadi. "Jerez adalah trek yang saya sukai tetapi setelah kemenangan pada 2016, saya selalu menderita. Saya selalu melakukan balapan yang buruk. Jadi untuk mendapatkan podium dengan balapan di suhu 60 derajat di sirkuit, berarti kami bekerja dengan cara yang baik dan kami dapat bersaing juga di Brno," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.