Sun Yue Siap Bela Lakers

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, California: Pemain Cina yang baru diboyong Los Angeles Lakers, Sun Yue, mengaku siap memenuhi tugasnya sebagai salah satu dalam skema serangan segitiga Lakers. Ia pun akan mulai berlatih ketika kamp latihan dibuka pekan depan.

    Sun mengaku telah mempelajari serangan segitiga Lakers selama bertahun-tahun karena ia merupakan penggemar Lakers di Cina. Ia pun sempat bermain melawan guard Lakers Kobe Bryant di Olimpiade Beijing 2008. Saat itu, Sun membela tim Cina, sedangkan Bryant membela Amerika Serikat.

    "Ketika saya mulai bermain basket profesional, saat berusia 15 tahun, saya sudah melihat pertandingan Lakers, melihat serangan segitiga. Saya sudah melihat serangan segitiga, jadi saya rasa saya tahu itu," ujar Sun.

    Sun tampil tiga musim untuk klub Beijing Aoshen Olympians di American Basketball Association (setingkat di bawah NBA) di antaranya pada musim 2005-2006. Sun juga mengenal gaya permainan di Los Angeles karena ia sempat bermain melawan Azusa Pacific University.

    Saat dikenalkan untuk pertama kali sebagai pemain Lakers, Rabu (24/9) waktu setempat, Sun bisa menjawab pertanyaan wartawan dengan bahasa Inggris. Meskipun, Sun sempat beberapa kali bertanya kepada penerjemahnya.

    "Saya pemain baru. Jadi tujuan utama saya adalah berlatih keras dan melakukan semua perintah pelatih," ujar Sun. "Ini merupakan musim pertama saya. Saya adalah pemain baru sehingga saya tidak terlalu berharap banyak."

    Pemain berusia 23 tahun ini ingin menambah berat badannya karena ia merasa masih terlalu kurus untuk berlaga di NBA. Saat ini, berat Sun hanya 205 pound.

    General Manager Lakers Mitch Kupchak mengontrak Sun untuk dua musim pada 26 Agustus. Kupchak berharap Sun bisa beradaptasi di klub dan berjuang merebut tempat di tim inti klub. Pasalnya, Sun akan bersaing dengan pemain veteran Derek Fisher, Jordan Farmar, dan Joe Crawford.

    Meski dikenal dengan julukan "Magic Johnson dari Cina", Sun mengaku bisa bermain di posisi lain. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan hanya bisa sebagai pengatur serangan.

    "Saya bisa jadi point guard, tetapi saya bisa bermain di posisi lain. Saya siap melakukan perintah pelatih. Saya rasa saya bisa melakukan semua di lapangan basket dengan baik," ujar Sun.

    AP| Kodrat Setiawan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.