Dominic Thiem Berharap Lebih Gampang Raih Gelar Grand Slam Usai Juarai US Open

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Austria, Dominic Thiem, memegang pialanya setelah berhasil mengalahkan lawannya asal Jerman Alexander Zverev dalam pertandingan final AS Terbuka di USTA Billie Jean King National Tennis Center, Flushing Meadows, New York, 14 September 2020. Dominic Thiem mengalahkan Alexander Zverev dengan 2-6, 4-6, 6-4, 6-3, dan 7-6 (8-6). Mandatory Credit: Robert Deutsch-USA TODAY Sports

    Petenis Austria, Dominic Thiem, memegang pialanya setelah berhasil mengalahkan lawannya asal Jerman Alexander Zverev dalam pertandingan final AS Terbuka di USTA Billie Jean King National Tennis Center, Flushing Meadows, New York, 14 September 2020. Dominic Thiem mengalahkan Alexander Zverev dengan 2-6, 4-6, 6-4, 6-3, dan 7-6 (8-6). Mandatory Credit: Robert Deutsch-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, JakartaDominic Thiem mengatakan keberhasilan meraih gelar Grand Slam pertamanya, dengan menjuarai US Open 2020, adalah buah dari kerja keras selama bertahun-tahun. Petenis Austria itu kini mengharapkan lebih banyak lagi gelar serupa yang bisa diraih

    Thiem kalah dalam tiga final Grand Slam sebelumnya - dua dari Rafa Nadal di French Open dan sekali dari Novak Djokovic di Australia Open. Ia juga seolah-olah menyia-nyiakan peluang lagi ketika Alexander Zverev memenangi dua set awal dalam final US Open, di New York, Senin WIB.

    Namun, petenis Austria itu melakukan comeback yang menakjubkan untuk menang 2-6 4-6 6-4 6-3 7-6 (6) dalam pertarungan yang menegangkan dan sekarang ia akan menuju ke French Open dengan kepercayaan diri yang telah diperbarui.

    Baca Juga: Juara US Open, Dominic Thiem Dobrak Dominasi Djokovic, Nadal, Federer

    "Saya berharap ini akan lebih mudah bagi saya sekarang di turnamen terbesar," kata Thiem, yang menjadi pemain pertama di luar Nadal, Djokovic dan Roger Federer yang merebut gelar Grand Slam sejak kemenangan Stan Wawrinka di US Open 2016.

    "Saya memiliki pemikiran di belakang kepala saya bahwa saya memiliki karier yang hebat sejauh ini, jauh lebih baik daripada yang pernah saya impikan, tetapi sampai hari ini masih ada target besar yang hilang. Dengan pencapaian ini, saya berharap saya akan sedikit lebih santai dan bermain lebih bebas di event-event terbesar," kata atlet tenis berusia 27 tahun itu.

    Thiem mengatakan kemenangannya di New York adalah puncak dari kerja keras dan pengorbanan selama bertahun-tahun.

    "Benar-benar mencapai tujuan hidup, impian, yang saya miliki selama bertahun-tahun. Saat itu sangat jauh. Kemudian saya semakin dekat ke puncak dan menyadari bahwa mungkin suatu hari saya benar-benar dapat memenangkan salah satu dari empat gelar terbesar ," kata Thiem.

    "Pada dasarnya saya mendedikasikan seluruh hidup saya sampai saat ini untuk memenangkannya. Sekarang saya melakukannya. Itu untuk diri saya sendiri, tim dan keluarga saya, pencapaian yang luar biasa. Hari ini adalah hari di mana saya memberikan kembali sejumlah besar apa yang mereka lakukan untuk saya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.