Spanyol Berlakukan Jam Malam Covid-19, MotoGP 2020 Berakhir Lebih Cepat?

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Petronas Yamaha, Franco Morbidelli memimpin balapan MotoGP Teruel di Ciudad del Motor de Aragon, Alcaniz, Spanyol, Ahad, 25 Oktober 2020. Berkat kemenangannya, Franco naik dua tingkat ke urutan keempat dengan nilai 112, hanya tertinggal 25 poin dari Joan Mir (Suzuki Ecstar) di puncak klasemen.  REUTERS/Sergio Perez

    Pembalap Petronas Yamaha, Franco Morbidelli memimpin balapan MotoGP Teruel di Ciudad del Motor de Aragon, Alcaniz, Spanyol, Ahad, 25 Oktober 2020. Berkat kemenangannya, Franco naik dua tingkat ke urutan keempat dengan nilai 112, hanya tertinggal 25 poin dari Joan Mir (Suzuki Ecstar) di puncak klasemen. REUTERS/Sergio Perez

    TEMPO.CO, Jakarta - CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta mengatakan peraturan jam malam Spanyol tidak memengaruhi putaran MotoGP Valencia, pada 8 November mendatang. Menurut dia, keputusan pemerintah Spanyol untuk memberlakukan jam malam itu tetap diwaspadai pihak MotoGP sebagai tanggapan atas meningkatnya kasus Covid.

    Langkah-langkah pemerintah Spanyol mencakup jam malam antara pukul 23.00 dan 06.00 dengan fleksibilitas satu jam untuk setiap wilayah. "Saat ini tidak ada yang berubah. Status waspada di Spanyol, pada prinsipnya, tidak mempengaruhi situasi kami. Kami bekerja selama balapan, dan jika ada pembatasan pergerakan setelah pukul 22:00 hingga pagi, itu tidak berdampak pada kami," kata Ezpeleta, dikutip dari Crash, Senin, 26 Oktober 2020.

    Carmelo Ezpeleta meneruskan, "Saat ini kami bisa melanjutkan kejuaraan. Bagaimanapun, kami berhubungan dekat dengan pihak berwenang di setiap tempat, dan saat ini kami tidak menerima informasi apa pun tentang itu." Meski begitu, situasi akan menjadi lebih rumit jika pembatasan perjalanan antar-wilayah diberlakukan.

    Baca juga : Gagal Hattrick Podium di MotoGP Teruel, Alex Marquez Akui Bikin Kesalahan Rookie

    Ezpeleta yakin bahwa MotoGP telah menunjukkan protokol pengujian dan pemantauannya yang dapat mendeteksi dan mengisolasi kasus Covid sebelum penularan meluas. Kasus termutakhir terjadi ketika juara dunia sembilan kali MotoGP Valentino Rossi, dipaksa mundur dari kedua putaran balapan di Aragon. Selain itu, Jorge Martin (Moto2) dan Tony Arbolino (Moto3) juga terpaksa absen.

    "Kami mengontrol kasus-kasus tersebut, ada beberapa di Austria, dan kemudian di mana pun ada satu atau dua orang yang telah pulang dan kemudian mengalami beberapa masalah sebelum mereka kembali. Beberapa pembalap dan beberapa pekerja di paddock," kata Ezpeleta.

    Baca juga : Franco Morbidelli Lemparkan Kelakar Setelah Berhasil Juarai MotoGP Teruel

    Ia yakin, meskipun kasus Covid-19 di Spanyol meningkat, Dorna Sports mampu mengendalikan situasi kejuaraan di tengah pandemi. Terlebih lagi, hingga kini tersisa tiga seri terakhir Kejuaraan MotoGP 2020. "Pada prinsipnya, kami tidak melihat ada masalah di masa depan, kami berkomunikasi dengan pihak berwenang. Sisa seri adalah Valencia dan Portimao, dan saat ini kami tidak menerima satu pun pertanyaan," ujarnya.

    Dua seri MotoGP Valencia dijadwalkan pada 8 dan 15 November mendatang. Seri terakhir MotoGP 2020 akan dilakukan di MotoGP Portugal pada 22 November. Di tiga seri tersisa, pembalap Suzuki Ecstar Joan Mir memimpin klasemen MotoGP dengan 137 poin dan berselisih 14 pon dari rival terdekat Fabio Quartararo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Siap-Siap Sekolah Saat Pandemi Covid-19

    Berikut tips untuk mempersiapkan anak-anak kembali ke sekolah tatap muka setelah penutupan karena pandemi Covid-19.