MotoGP: Yamaha Dihukum 50 Poin, Berpengaruh ke Fabio Quartararo dan Kolega?

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales mengungguli pembalap Pramac Racing Jack Miller, Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo dan Pramac Racing Francesco Bagnaia dalam balapan MotoGP Emilia Romagna di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Misano, Italia, Ahad, 20 September 2020. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales mengungguli pembalap Pramac Racing Jack Miller, Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo dan Pramac Racing Francesco Bagnaia dalam balapan MotoGP Emilia Romagna di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Misano, Italia, Ahad, 20 September 2020. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    TEMPO.CO, Jakarta - Ganjaran hukuman untuk Yamaha berupa pengurangan 50 poin konstruktor membuat peluang untuk merebut gelar juara MotoGP semakin berat. Yamaha harus kehilangan poin karena gagal mematuhi protokol perubahan teknis terhadap mesin. Yamaha mengubah mesin tanpa persetujuan dari asosiasi pabrikan MSMA.

    Mendapati kabar tersebut, para pembalap Yamaha pun tidak berkomentar banyak. Penyelidikan FIM yang dilakukan setelah perubahan mesin di seri pertama Sirkuit Jerez diakui Maverick Vinales, pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP, harus mengurangi putaran latihan untuk menghemat jarak tempuh mesin.

    Menurut La Gazzetta dello Sport, dugaan pelanggaran tersebut berkaitan dengan kemungkinan penggunaan katup yang tidak sama persis dengan desain mesin yang dihomologasi. Padahal, berdasarkan aturan MotoGP menetapkan bahwa pabrikan non-konsesi tidak dapat mengubah desain mesin setelah awal musim.

    Baca juga : Jadwal MotoGP Valencia: Fabio Quartararo Ingin Jaga Peluang Juara

    Penundaan MotoGP 2020 akibat pandemi Covid-19 membuat Honda, Ducati, Yamaha dan Suzuki menyediakan mesin homolog untuk kontrol teknis di GP Qatar. Mereka juga diberi batas waktu 25 Maret 2020 untuk mengirim sampel mesin ke organisasi untuk menentukan kecocokan pada seri pertama MotoGP 2020. Yamaha kemudian mengalami masalah mesin dua putaran awal.

    Maverick Vinales berhenti karena masalah mesin saat latihan. Adapun rekan setimnya, Valentino Rossi, juga mengalami masalah yang sama pada balapan pembuka di Jerez. Kedua mesin tersebut kemudian ditarik dari penggunaan selama sisa musim.

    Pada akhir pekan berikutnya. pembalap Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli, yang menggunakan A-Spec M1, juga mengalami kegagalan dalam balapan. Mesin itu juga ditarik. Direktur pelaksana Yamaha Lin Jarvis mengkonfirmasi permintaan untuk mengganti katup.

    Namun, ketika pesaing meminta lebih banyak informasi tentang pemasok katup, Yamaha menolak. Permintaan pergantian katup itu pun ditarik. "Kami meminta untuk mengganti beberapa katup di mesin yang kami berhenti mengunakan sejak dua kegagalan yang kami alami di seri pertama. Tetapi, kami tidak dapat memberikan dokumen yang diminta," kata Jarvis.

    Baca juga : MotoGP: Yamaha Dihukum dengan Pengurangan 50 Poin

    Lin Jarvis meneruskan, “Pada saat yang sama, kami menemukan lebih banyak tentang masalah katup yang kami miliki. Jadi akhirnya kami menarik permintaan. Kami sangat yakin bahwa kami dapat melaju tanpa masalah di lintasan. Kami akan melakukannya dengan kombinasi mengubah pengaturan mesin dan juga mengatur putaran mesin sepanjang musim."

    FIM belum memberikan komentar secara resmi sehingga tidak jelas penyelidikan hanya berlaku untuk pembalap tim pabrikan atau pembalap tim satelit seperti Morbidelli dan Fabio Quartararo. Para pembalap Yamaha pun masih bungkam soal penalti tersebut. "Itu pertanyaan untuk Yamaha dan bukan untuk saya sendiri," kata Quartararo, yang memenangi kedua balapan Jerez, dan kini menempati posisi kedua klasemen MotoGP di bawah Joan Mir.

    Adapun Franco Morbidelli, yang mendapatkan dua kemenangan di MotoGP 2020 mengatakan, "Saya tidak tahu apa-apa tentang situasi mesin." Vinales juga ogah menanggapi hasil investigasi meski mengakui adanya masalah mesin di awal musim. Perubahan mesin Vinales tampak saat sesi latihan dan kualifikasi untuk MotoGP Styria.

    "Saya berada di garis yang sangat ketat dan saya kehabisan mesin sekarang. Di Aragon saya hanya melakukan beberapa lap dalam latihan. Di balapan kedua, di mana aspal dan lintasan terasa sangat berbeda, kami membayarnya dengan balapan yang buruk. Kami akan mencoba melakukannya lagi di Valencia dengan lap yang lebih sedikit, mencoba memasang motor dengan sangat cepat," ujar Vinales.

    Jika pelanggaran ditemukan dan pembalap Yamaha kehilangan hasil dari seri pembuka MotoGP Spanyol, tentu akan berpengaruh pada klasemen MotoGP 2020.
    Andrea Dovizioso akan naik dan menjadi rival terdekat Joan Mir (-19 poin), sementara Morbidelli akan menjadi Yamaha teratas di tempat keempat (-36 poin), di belakang Alex Rins (-32 poin). Quartararo dan Vinales keduanya akan tertinggal 39 poin, di urutan kelima dan keenam.

    CRASH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.