Bambang Nurdiansyah Ingatkan Pemain Timnas U-19, Mereka Belum Berlevel Nasional

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Timnas U-19 berlatih di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Selasa, 17 November 2020. Sebanyak 38 pemain Timnas Indonesia U-19 menjalani pemusatan latihan di Stadion Madya, Jakarta pada 16 hingga 23 November 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pesepak bola Timnas U-19 berlatih di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Selasa, 17 November 2020. Sebanyak 38 pemain Timnas Indonesia U-19 menjalani pemusatan latihan di Stadion Madya, Jakarta pada 16 hingga 23 November 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, JakartaBambang Nurdiansyah, pemain tim nasional Indonesia era 1980-an, mengingatkan para pemain Timnas U-19 bahwa mereka belumlah pesepak bola berlevel nasional.

    Oleh karena itu, kata Bambang, pemain timnas U-19 harus terus mengasah diri, bekerja keras, disiplin dan tidak cepat puas.

    "Ada yang salah kaprah, menyebut pemain usia 19 tahun sebagai pemain nasional. Sebetulnya belum. Mereka dalam proses menuju ke sana. Saat ini mereka masih berstatus yang terbaik di usianya dan mewakili Indonesia di kejuaraan kelompok umur. Jadi, mereka jangan cepat puas dan mesti terus menjaga kedisiplinan," ujar pria yang akrab disapa Banur itu kepada Antara, Kamis.

    Bambang Nurdianysah, yang kini melatih klub Liga 2 Indonesia, Muba Babel United, mengaku prihatin ketika mendengar ada beberapa pemain timnas U-19 yang terkesan meremehkan proses pengembangan diri mereka di skuat.

    Pemain-pemain belia itu melanggar aturan tim dan melakukan tindakan indispliner. Beruntung timnas U-19 saat ini memiliki sosok pelatih tegas dalam diri Shin Tae-yong yang tanpa basa-basi mencoret mereka dari timnya.

    "Saya sangat setuju dengan kebijakan pelatih Shin. Tidak ada prestasi yang bisa digapai kalau bersikap seenaknya. Prestasi itu berakar dari disiplin dan kerja keras. Kalau mau berprestasi, pemain harus mengesampingkan hal-hal seperti kesenangan sesaat yang akhirnya membuat mereka gagal menjadi pesepak bola yang baik," tutur Bambang.

    Bambang Nurdiansyah. (liga-indonesia.id)

    Menurut pria yang pada tahun 1979 memperkuat Indonesia di Piala Dunia U-20 itu, salah satu kebijakan yang bisa diterapkan pelatih untuk mengantisipasi keluarnya sifat negatif pemain adalah membatasi penggunaan media sosial.

    Media sosial, lanjut Bambang, merupakan fenomena masa modern yang dapat berpengaruh buruk bagi pemain.

    "Akses pemain ke media sosial seharusnya bisa dipotong sehingga tidak mengganggu perkembangan mereka. Hal-hal yang menjadi hambat untuk berprestasi mesti diminimalkan," kata dia.

    Timnas U-19 saat ini tengah menjalani pemusatan latihan (TC) di Jakarta sebagai persiapan menuju Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20 tahun 2021.

    Kegiatan itu dipantau langsung secara virtual oleh pelatih kepala Shin Tae-yong yang berada di Korea Selatan.

    Shin sudah memulangkan dua pemain dari TC di Jakarta yaitu Serdy Ephy Fano dan Mochamad Yudha Febrian karena mereka melakukan tindakan indispliner berat seperti mangkir dari timbang badan, terlambat datang ke latihan dan pernah baru kembali ke hotel pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.