MU Gagal di Liga Champions, Maguire: Bukan karena Taktik Solskjaer, tapi..

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain RB Leipzig, Amadou Haidara melakukan selebrasi usai menjebol gawang Manchester United yang dijaga oleh David de Gea dalam penyisihan Grup H Liga Champions di Red Bull Arena, Leipzig, Jerman, 8 Desember 2020. REUTERS/Odd Andersen

    Pemain RB Leipzig, Amadou Haidara melakukan selebrasi usai menjebol gawang Manchester United yang dijaga oleh David de Gea dalam penyisihan Grup H Liga Champions di Red Bull Arena, Leipzig, Jerman, 8 Desember 2020. REUTERS/Odd Andersen

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapten Manchester United Harry Maguire mengatakan ketidakmampuan timnya untuk bertahan dengan baik, dan bukan taktik manajer Ole Gunnar Solskjaer, yang menjadi penyebab tersingkir dari Liga Champions.

    Man United hanya membutuhkan hasil imbang dari perjalanan ke RB Leipzig, Rabu dinihari WIB. Tapi mereka akhirnya kandas dan harus terdegradasi ke Liga Europa setelahkalah 3-2di Red Bull Arena.

    Solskjaer menggunakan pertahanan lima orang - formasi yang terakhir digunakan dalam kemenangan 2-1 atas Paris Saint-Germain pada bulan Oktober - dalam laga itu. MU langsung tertinggal dua gol dalam waktu 13 menit, lewat serangn yang berawal dari umpan silang sederhana.

    Bek Manchester City yang sedang dipinjamkan Angelino mencetak gol pertama dan menyiapkan yang kedua untuk Amadou Haidara. Justin Kluivert menambahkan gol ketiga untuk Leipzig. MU hanya bisa meraih dua gol lewat penalti Bruno Fernandes dan sundulan Paul Pogba.

    Harry Maguire menegaskan para pemain harus bertanggung jawab penuh atas kekalahan tersebut.

    "Kami memulai permainan terlalu lambat," katanya kepada BT Sport. "Itu tidak cukup bagus. 20 menit pertama kami tidak melakukannya. Mereka memasukkan dua bola dan kami gagal menanganinya."

    "Kami harus melihat diri kami sendiri. Anda telah melihat seberapa dekat kami pada akhirnya, tetapi kami memulai terlalu lambat dan kami tidak bisa terus tertinggal."

    "Kami mengatakan pada Sabtu lalu, saat jeda, ketika tertinggal 2-0, gol berikutnya sangat penting dan kami mengatakannya lagi malam ini. Mereka membuat skor menjadi 3-0 dan tugas menjadi lebih berat."

    "Gol ketiga terbukti menjadi gol yang krusial, tetapi bahkan setelah ketertinggalan tiga gol kami nyaris berhasil. Saya tidak ingin mencari alasan."

    "Kami harus keluar dan menjadi agresif, memenangkan bola. Itulah dasar-dasarnya. Jika Anda tidak bisa mempertahankan umpan silang, Anda akan kalah. Saya tidak ingin bicara soal kebugaran - itu bukan alasan."

    Dri Grup H, Leipzig akan bergabung dengan juara Prancis PSG di babak sistem gugur. Man United hanya finis ketiga.

    "Ini grup yang sulit tetapi kami merasa kami harus lolos," kata Maguire. "Itulah standar klub ini."

    "Saya sedih, seperti semua orang. Kami bekerja sangat keras untuk mencapai kompetisi ini musim lalu. Tidak peduli grup apa yang kami dapatkan, itu akan sulit. Kami harus berbuat lebih banyak."

    United tertinggal lebih dahulu dalam lima pertandingan tandang Liga Premier musim ini dan kemudian mampu menang, termasuk bangkit melewati West Ham 3-1 pada hari Sabtu.

    Namun, kekalahan terakhir Eropa ini sekali lagi meningkatkan tekanan pada Ole Gunnar Solskjaer dan pelatih asal Norwegia itu mengakui bahwa timnya terlalu banyak berbuat.

    "Kami mulai terlambat," kata Solskjaer. "Kami menunjukkan semangat yang hebat dan kembali lagi. Ini berbeda dengan Liga Premier - Anda tidak bisa memberi tim keunggulan tiga gol dan berharap untuk kembali."

    "Kami kurang beruntung menjelang akhir dan Anda hampir mengira itu terjadi pada menit terakhir di sana. Tentu saja Anda tidak bisa mengatakan kami cukup baik, kami tidak."

    Solskjaer telah kalah enam kali dari 10 pertandingan Liga Champions sebagai bos United. Itu catatan paling buruk dibandingkan manajer mana pun di kompetisi tersebut setelah 10 pertandingan saat menangani klub Inggris.

    Manajer United itu menunjukkan kekalahan tandang 2-1 bulan lalu dari Basaksehir sebagai titik balik dalam kampanye Grup H.

    "Itu grup yang sulit. Kekalahan besar bagi kami adalah saat tandang ke Istanbul - di situlah kami kehilangan poin yang seharusnya kami dapatkan," kata Solskjaer.

    "Hari ini kami nyaris, tetapi kami tahu kami harus mempertahankan umpan silang dan bola ke dalam kotak dan kami tidak bisa menghalau mereka."

    "Sebagai pesepakbola Anda tidak bisa mengasihani diri sendiri. Anda merasa kasihan selama beberapa menit malam ini dan kemudian kami fokus pada pertandingan besar pada hari Sabtu."

    REUTERS | OMNI SPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.