Liga 1: Kontrak di Tira Persikabo Habis Bulan Ini, Andy Setyo Tunggu Kejelasan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andy Setyo Nugroho. (instagram/@andysetyoo)

    Andy Setyo Nugroho. (instagram/@andysetyoo)

    TEMPO.CO, JakartaPemain Tira Persikabo Andy Setyo Nugroho berharap manajemen klub segera memberikan kejelasan soal kontraknya yang akan berakhir pada Desember ini.

    "Kalau saya tergantung dari kontrak ya. Apabila diperpanjang dan oke, saya akan bertahan. Kontrak saya berakhir di tahun ini. Tergantung negosiasi dan pembicaraan manajemen ke saya," ujarnya dikutip dari laman resmi Liga Indonesia dari Jakarta, Jumat.

    Andy tentu was-was dengan nasibnya saat ini yang masih terkatung-katung. Apalagi Liga 1 Indonesia direncanakan akan bergulir pada Februari 2021 sementara kontrak pemain rata-rata habis Desember.

    Ia mengaku hingga saat ini belum ada pembicaraan dengan manajemen Tira Persikabo. Di satu sisi manajemen juga masih menunggu kepastian soal kompetisi dari PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator liga.

    "Belum ada pembicaraan kontrak lagi. Mungkin masih menunggu keputusan dari PSSI. Pihak manajemen juga masih menunggu keputusan dari PSSI nanti kelanjutan kompetisi seperti apa," katanya.

    Pemain berusia 23 tahun ini juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendapatkan tawaran untuk membela klub luar negeri.

    Pemain yang pernah membela Timnas U-22 itu tidak banyak memberikan keterangan soal penawaran dari klub luar negeri yang menghampirinya. Namun yang jelas, saat ini Andy masih terikat kontrak dengan Tira Persikabo meski hanya tersisa beberapa pekan lagi.

    "Kalau tawaran dari klub luar negeri ada dari negeri sebelah, saya ada tawaran untuk bermain di sana. Itu saja," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?