Liga 1: Krisis Keuangan, Persipura Jayapura Hentikan Seluruh Aktivitas Klub

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain kesebelasan Persipura Jayapura saat ujicoba lapangan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, 26 Mei 2012. Dok. TEMPO/Cunding Levi

    Pemain kesebelasan Persipura Jayapura saat ujicoba lapangan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, 26 Mei 2012. Dok. TEMPO/Cunding Levi

    TEMPO.CO, JakartaManajemen Persipura Jayapura menghentikan seluruh aktivitas tim akibat krisis finansial. Klub tak mampu lagi membayar gaji pemain, pelatih, dan seluruh ofisial di tengah ketiadaan kompetisi Liga 1.

    Dalam keterangan di akun Instagram resmi klub, Rabu, 6 Januari 2021, keputusan menghentikan aktivitas tim itu imbas dari tak dibayarkannya sisa kontrak dari Bank Papua sebesar Rp 5 miliar. Bank Papua adalah sponsor tim Mutiara Hitam. 

    "Kami juga kaget dengan kepastian Bank Papua yang tidak bersedia membayar sisa kontrak, padahal kami dengar yang disampaikan oleh Komisaris Utama adalah akan tetap ada dana untuk pembinaan pemain Persipura walaupun kompetisi tidak berjalan. Tapi ternyata tidak bisa dibayarkan," kata Ketua Umum Persipura Benhur Tomi Mano.

    "Jadi terhitung sejak kompetisi Liga 1 terhenti pada Maret tahun lalu, Persipura Jayapura hanya disokong oleh PT Freeport Indonesia, Kuku Bima, dan anggaran dari Manajemen. Walaupun kompetisi tidak berjalan, tetapi kami tetap membayar gaji seluruh pemain, pelatih dan ofisial." 

    Manajemen mengira awalnya Bank Papua akan tetap membiayai penuh sisa kontrak untuk perjalanan Persipura meski kompetisi tengah dihentikan. Namu,n imbas dari pandemi COVID-19 ditenggarai menjadi mundurnya Bank Papua sebagai salah satu sponsor.

    Benhur juga menyayangkan sikap dari direksi Bank Papua yang memberikan kabar itu secara mendadak. Padahal, menurut dia, manajemen Persipura akan mencari opsi lain dalam mencari dana untuk operasional klub jika Bank Papua menarik diri.

    "Dengan surat Bank Papua ini berarti kami tidak lagi punya sumber dana untuk beraktifitas, dan kita semua tahu bagaimana menurunnya ekonomi selama pandemi COVID-19, sehingga kemampuan kita secara finansial juga menurun, apalagi ada kewajiban untuk tetap membayar gaji seluruh personel tim," katanya.

    Dengan krisis finansial yang dialami ini, seluruh aktivitas tim dihentikan dan manajemen belum bisa memberikan garansi sampai kapan tim akan kembali dikumpulkan. Dengan begitu, Persipura menjadi klub kedua setelah Madura United yang membubarkan timnya. "Sampai kapan aktivitas tim dihentikan? Sampai kita dapat dukungan sponsor yang jelas dan pasti," kata Tomi Mano.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.