NBA Tak Akan Hentikan Kompetisi di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19 dan Cedera

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi basket NBA. Reuters/Jayne Kamin-Oncea-USA TODAY Sports

    Ilustrasi basket NBA. Reuters/Jayne Kamin-Oncea-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, JakartaAsosiasi Bola Basket Nasional (NBA) menyatakan tak berniat menghentikan sementara musim 2020-2021 walaupun tim-tim liga ini kesulitan mengatasi dampak meningkatnya kasus COVID-19 dan cedera.

    Pertandingan Boston Celtics melawan Miami Heat, Minggu malam setempat, terpaksa dibatalkan karena Heat tidak memenuhi syarat minimal delapan pemain yang siap bermain setelah protokol penelusuran kontak telah mengurangi dengan drastik kekuatan mereka.

    Miami sebelumnya mengatakan guard Avery Bradley bakal absen dalam laga itu karena protokol kesehatan dan keselamatan NBA selama pandemi membuat hanya delapan pemainnya yang siap bertanding, sedangkan sembilan lainnya absen karena cedera dan protokol COVID-19.

    "Kami sudah mengantisipasi bakal ada pertandingan yang ditunda musim ini," kata juru bicara NBA Mike Bass kepada ESPN seperti dikutip Reuters.

    "Tak ada rencana menghentikan sementara musim ini dan kami akan terus dipandu oleh pakar-pakar kesehatan kami dan protokol kesehatan."

    Philadelphia 76ers yang menghadapi Denver Nuggets pada Sabtu juga memiliki minimum delapan pemain yang aktif karena cedera dan virus corona.

    NBA sudah menunda laga Oklahoma City Thunder melawan Houston Rockets bulan lalu.

    Musim NBA saat ini dikurangi menjadi 72 pertandingan, sementara musim 2019-2020 dituntaskan Oktober tahun lalu setelah empat bulan dihentikan karena pandemi. Saat itu tim-tim bertanding dalam gelembung bio-secure di Walt Disney World di Orlando.

    Los Angeles Lakers menyamai rekor 17 kali juara basket NBA pada 12 Oktober setelah menang melawan Heat dalam final.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.