Evaluasi Babak I BWF Thailand Open, PBSI Singgung Masalah Adaptasi Pemain

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, dan Muhammad Rian Ardianto menjalani latihan hari kedua di Impact Arena Bangkok, Kamis, jelang pelaksanaan kejuaraan berkelas BWF 1000 Thailand Open 2021 pekan depan. (Antara/PP PBSI)

    Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, dan Muhammad Rian Ardianto menjalani latihan hari kedua di Impact Arena Bangkok, Kamis, jelang pelaksanaan kejuaraan berkelas BWF 1000 Thailand Open 2021 pekan depan. (Antara/PP PBSI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky menyinggung persoalan adaptasi atlet bulu tangkis Indonesia pada babak pertama BWF Thailand Open 2021. Absen dari ajang resmi internasional sejak Maret 2020, menurut dia, bermain di partai pembuka selalu tidak mudah.

    Di nomor tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung harus tersingkir di babak pertama setelah kalah dari atlet Korea Selatan Sung Ji Hyun. Di nomor ganda campuran, pasangan Hafiz Faizal / Gloria Emanuelle Widjaya juga disingkirkan pasangan India, atwiksairaj Rankireddy / Ashwini Ponnappa.

    "Memang sudah lama pemain tidak bertanding, tetapi bukan ini yang menjadi kendala. Pemain belum cepat berdaptasi dengan lapangan yang berpendingin ruangan dan ada hembusan angin," kata Rionny dikutip dari Badminton Indonesia, Selasa, 12 Januari 2021.

    Thailand Open ini adalah kalender pembuka BWF 2021. Menurut Rionny, para pemain membutuhkan adaptasi lebih cepat setelah absen lebih dari 10 bulan karena babak kedua akan berlangsung lebih sulit. "Hal ini yang membuat permainan mereka belum maksimal di babak pembuka, baik yang kalah maupun menang. Kami berharap, besok mereka bisa lebih in dan lebih lepas mainnya," tutur dia.

    ADVERTISEMENT

    Adanya masalah adaptasi itu terlihat pada kekalahan Hafiz Faizal / Gloria Emanuelle Widjaya. Keduanya mengaku terlambat masuk ke dalam pertandingan. Alhasil, Hafiz / Gloria disingkirkan pasangan ganda India Satwiksairaj Rankireddy / Ashwini Ponnappa dengan skor 11-21, 29-27, 16-21.

    "Untuk game pertama tadi, kami kalah start. Pola kami terserang terus karena lebih banyak bertahan. Faktor kalah angin dan menang angin juga sangat berpengaruh. Gam kedua, kami ubah dan beruntung bisa mengejar poin dan menang. Sayang di game ketiga kami sudah ketinggalan," kata Gloria.
    .
    "Kami main terlalu pelan, start-nya lambat di game pertama. Masuk lapangan seperti masih mencari-cari bentuk permainan, masih meraba-raba. Pada game kedua sudah mulai menemukan pola, kami main lebih baik, lebih menyerang, tapi di game ketiga balik lagi seperti di gim pertama. Kalah start, mainnya lambat lagi," kata Hafiz setelah tersingkir dari Thailand Open.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?