Alternatif Kompetisi Liga 1 2021, PT LIB Jadikan Liga Top Eropa Sebagai Acuan

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur utama PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita. (Liga-Indonesia.id)

    Direktur utama PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita. (Liga-Indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Akhmad Hadian Lukita mengungkapkan bahwa jadwal Liga 1 2021 bisa saja meniru konsep kompetisi sejmlah liga-liga top di Eropa. Menurut dia, alternatif kompetisi musim terbaru nantinya bisa saja berlangsung hingga tahun 2022. "Memungkinkan kalau Liga 1 berlangsung sampai tahun 2022. Ini ideal juga bagi klub agar dapat pemain bagus dari Eropa," ujar dia di Jakarta, Rabu, 3 Februari 2021.

    Dalam keadaan normal, liga-liga sepak bola Eropa seperti Inggris, Spanyol, Italia dan Jerman memulai musim kompetisinya pada Agustus dan berakhir pada bulan Mei tahun berikutnya. Namun, menurut Akhmad, alternatif itu masih menjadi salah satu gambaran kompetisi yang digodok PT LIB. Penjadwalan Liga 1 2021 akan dibahas bersama dengan persiapan teknis lain.

    Terkait pelaksanaan, salah satu hal yang hampir pasti adalah durasi musim terbaru adalah tahun 2021-2022. Menurut Akhmad Hadian, sulit untuk menuntaskan Liga 1, yang rencananya berlangsung setelah Lebaran pada Mei 2021. "Terlalu mepet kalau harus selesai tahun ini. Apalagi selama tahun 2021 kan ada beberapa agenda seperti PON, SEA Games. Itu belum lagi masa pemulihan pemain," tutur dia.

    Baca juga : Liga 1 2021 Kemungkinan Digelar dengan Sistem Gelembung, Begini Konsepnya

    Kini, Akhmad mengatakan pihaknya bersama PSSI fokus untuk mendapat izin pelaksanaan Liga 1 2021 dari kepolisian. Menurut dia, format kompetisi bakal segera dirumuskan jika kepolisian telah menerbitkan izin menggelar kompetisi sepak bola. "Nanti PSSI yang mengajukan izinnya," ucap Akhmad.

    PSSI pun menyatakan pihaknya bakal segera mengajukan izin untuk menggelar kompetisi Liga 1 dan Liga 2 ke kepolisian. Izin tersebut diajukan jika PT LIB sudah menyusun konsep kompetisi dan turnamen pramusim, termasuk pengaturan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-1.

    Akhmad menambahkan, setelah izin diterbitkan, PT LIB bakal berdiskusi dengan setiap klub tentang format kompetisi. Menurut dia, seluruh usulan yang ada ditampung terlebih dahulu sebagai alternatif. "Kami bakal merumuskan formula yang tepat. Kalau izinnya mepet takutnya waktunya tidak cukup, pramusim bisa jalan kalau waktunya cukup," ujar dia. 

    IRSYAN HASYIM | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.