Armenia Dilanda Kerusuhan Politik, Grandmaster Catur Levon Aronian Hijrah ke AS

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Levon Aronian. (instagram/@levonaronian)

    Levon Aronian. (instagram/@levonaronian)

    TEMPO.CO, JakartaGrandmaster catur Armenia Levon Aronian berencana meninggalkan negaranya dan mewakili Amerika Serikat. Ia menyebut ketidakpedulian pejabat di Armenia terhadap catur sebagai salah satu alasan dia hengkang.

    Pria berusia 38 tahun yang menempati peringkat keenam dunia itu mengumumkan keputusannya tersebut di halaman Facebook-nya.

    "Tahun lalu sangat sulit bagi kita semua dengan pandemi, perang dan dalam kasus saya, ada kesulitan pribadi dan ketidakpedulian mutlak negara terhadap catur Armenia," tulisnya, merujuk pada enam minggu pertempuran antara etnis Armenia dan pasukan Azerbaijan wilayah Nagorno-Karabkah.

    "Saya dihadapkan pada pilihan: berhenti dari pekerjaan saya atau pindah ke tempat saya dihargai," tulisnya seperti dilansir Reuters, Jumat malam..

    Smbat Lputian, wakil kepala Federasi Catur Armenia, mengaku menyesali keputusan Aronian. "Ini kerugian besar bagi catur Armenia," katanya kepada Reuters.

    Sementara itu, presiden Federasi Catur AS Mike Hoffpauir menyambut baik keputusan Aronian untuk pindah ke Amerika Serikat. 

    Klub Catur Saint Louis mengatakan Aronian pindah ke kota di AS itu untuk melanjutkan karirnya dan akan mewakili Amerika Serikat pada kompetisi mendatang.

    Federasi Catur Internasional (FIDE) mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya tidak dapat mengomentari maksud dan rencana Aronian.

    "Seorang pemain bisa mewakili negara atau federasi tempat dia tinggal," kata FIDE. "Itu tidak berarti bahwa dia mengubah kewarganegaraannya."

    Baca Juga: Jadwal Proliga 2021 Akan Digelar Juni, Bila 2 Syarat Terpenuhi

    Keputusan Levon Aronian untuk mewakili AS itu diambil menyusul kerusuhan politik di Armenia. Perdana Menteri Nikol Pashinyan mengutuk apa yang dia katakan sebagai upaya kudeta pada Kamis setelah tentara menuntut dia mundur. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.