Dipaksa Mundur dari All England 2021, Greysia Polii: Situasi Rada Rancu

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet ganda putri Greysia Polii mengisi waktu luang menjelang pertandingan All England 2021 pada 17-21 Maret dengan melakukan olahraga ringan di lorong hotel, Minggu sore, waktu setempat, 14 Maret 2021.| PBSI

    Atlet ganda putri Greysia Polii mengisi waktu luang menjelang pertandingan All England 2021 pada 17-21 Maret dengan melakukan olahraga ringan di lorong hotel, Minggu sore, waktu setempat, 14 Maret 2021.| PBSI

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet bulu tangkis ganda putri Indonesia, Greysia Polii, merespons keputusan BWF yang memaksa tim Indonesia mundur dari ajang All England 2021. Menurut dia, BWF harus berlaku adil dan bertanggung jawab atas perlindungan para atletnya.

    "Jadi memang situasi itu rada rancu. Kita itu dapat warning-nya dari government UK, sedangkan mereka yang positive kemarin itu under rules BWF. BWF mungkin enggak bisa bantu banyak karena tim Indonesia itu di-warning langsung dari negara ini (Inggris)," kata Greysia melalui akun Instagram-nya, Kamis, 18 Maret 2021.

    Ganda putri yang berpasangan dengan Apriyani Rahayu ini melanjutkan, "Kita juga enggak bisa apa-apa, namanya juga aturan negara, enggak ada pilihan selain mematuhi aturan negara ini. Tapi yang jadi kunci itu adalah BWF harus tanggung jawab cari letak permasalahan di mana, kasih perlindungan untuk atletnya, cari solusi, kasih kejelasan. BWF harus adil dan jelas!!!!"

    Baca juga : Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021, Simak Penjelasan Ricky Soebagdja

    Baca juga : Dipaksa Mundur dari All England 2021, Pemain Indonesia Minta BWF Berlaku Adil

    Tim Indonesia akhirnya harus mundur dari turnamen bulu tangkis All England 2021. Padahal sudah ada tiga wakil Indonesia yang bertanding dan lolos ke babak kedua. Para pemain Indonesia harus mundur karena otoritas kesehatan Inggris karena kedapatan bersama penumpang positif Covid-19 saat terbang dari dari Istanbul ke Birmingham.

    Sedangkan, dalam regulasi pemerintah Inggris, jika berada pada satu pesawat yang sama dengan yang positif Covid-19, harus isolasi mandiri selama 10 hari. Tim Indonesia dipaksa mundur dan menjalani isolasi sampai 23 Maret di Birmingham, terhitung 10 hari sejak kedatangan ke Birmingham, Sabtu, 13 Maret 2021. "Baik dari BWF maupun Panitia All England sendiri pun tidak bisa berbuat apa-apa karena hal ini sudah menjadi regulasi pemerintah Inggris."

    Saat keputusan dibuat, tiga wakil Indonesia sudah bertanding dan menang di babak pertama All England 2021. Mereka adalah Jonatan Christie, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Adapun pasangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, yang sebelumnya menang WO atas pasangan Jerman Kilasu Ostermeyer/Franziska Volkmann, harus mundur. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.