Erick Thohir Ingin BUMN Bantu Pengembangan Olahraga di Indonesia

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dan Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia (kanan) menyampaikan keterangan pers usai meninjau Sentra Vaksinasi COVID-19 Bersama di Istora Senayan, Jakarta, Kamis 11 Maret 2021. Pemberian vaksin terhadap warga difabel menandai dimulainya program vaksinasi tahap ketiga yang diperuntukkan bagi masyarakat kelompok rentan dengan target sekitar 63,9 juta orang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dan Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia (kanan) menyampaikan keterangan pers usai meninjau Sentra Vaksinasi COVID-19 Bersama di Istora Senayan, Jakarta, Kamis 11 Maret 2021. Pemberian vaksin terhadap warga difabel menandai dimulainya program vaksinasi tahap ketiga yang diperuntukkan bagi masyarakat kelompok rentan dengan target sekitar 63,9 juta orang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta -  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan keinginannya agar sejumlah BUMN membantu pengembangan olahraga di Tanah Air. Menurut dia, sektor olahraga adalah bagian dari peran strategis BUMN sebagai agen pembangunan Indonesia.

    "Olahraga merupakan salah satu aspek kehidupan yang memberikan dampak langsung secara luas, sudah tentu menjadi perhatian dari BUMN," ujar Erick dalam Seminar Olahraga Nasional bertajuk Kiprah BUMN Menuju Sukses Prestasi, Sport Tourism dan Tuan Rumah Olimpiade 2032 di Jakarta, Rabu, 24 Maret 2021.

    Akhir 2020, Kementerian BUMN sudah memberikan penugasan kepada beberapa BUMN untuk membantu perkembangan dan pergelaran ajang olahraga prestasi di Indonesia. Pada ajang Piala Dunia U-20, Kementerian BUMN menginstruksikan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memberikan dukungan.

    Selain itu, ia menugaskan Pertamina untuk berkontribusi pada pentas MotoGP Mandalika. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, BUMN di industri telekomunikasi, Telkom, menjadi penanggung jawab. Hal itu sekaligus mendorong agar digitalisasi mencapai bagian timur Indonesia.

    Baca juga : Erick Thohir dan Anindya Bakrie Bakal Jadi Pemilik Oxford United

    Selain itu, Bank Mandiri bertugas menyukseskan Kejuaraan Bola Basket FIBA Asia 2021 yang merupakan pentas menuju Piala Dunia Bola Basket atau FIBA World Basketball Championship 2023. "Khusus untuk cabang kebanggaan kita karena prestasi dunia, bulu tangkis tanggung jawab diberikan kepada Bank BNI," kata Erick.

    Begitu pula dengan PON Papua. Meski waktu penyelenggaraannya diundur ke 2021, Erick menegaskan komitmen BUMN tidak berubah. Menurut Erick, ada 13 perusahaan BUMN terlibat mendukung penyelenggaraan PON antara lain bidang Kelistrikan (PLN), Jaringan & Telekomunikasi (PT Telkom), Kebandarudaraan (Angkasa Pura I), Kepelabuhan (Pelindo IV), Sponsorship (BRI), Transportasi (Perum Damri, Pelni, PT Pos Indonesia), Infrastruktur (PP), dan Logistik (PT Bhanda Ghara Reksa/BGR).

    Di samping mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan, alokasi pendanaan juga diberikan oleh perusahaan BUMN untuk sektor yang tidak mendapatkan pembiayaaan pemerintah daerah. Misalnya, Pelindo IV memberikan pembiayaan Rp 13 Miliar dari investasinya, PLN membangun jaringan distribusi, Unit Gardu Mobile, UPS Mobile, dan Genset yang bernilai Rp 246 Miliar.

    Bahkan pembangunan Pembangunan Stadion Utama Provinsi Papua yang bernilai Rp 1,3 triliun dan Istora PON Papua 2020 senilai Rp 278 Miliar juga didukung oleh PP. "BUMN memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan olahraga nasional. Membangun nilai ekonomi dan sosial, dengan olahraga menjadi bagian di dalamnya, menjadi prioritas pertama dari Lima Prioritas Kementerian BUMN," ujar Erick.

    "Olahraga yang merupakan elemen penting dalam membangun bangsa bagi Kementerian BUMN masuk dalam klasifikasi Proyek Strategis, sehingga tanggung jawab BUMN besar terhadap olahraga."

    Oleh karena itu, Kementerian BUMN mendorong agar setiap badan usaha milik negara tetap bertanggung jawab mendukung olahraga melalui pembiayaan Public Service Obligation (PSO) melalui formalisasi pembiayaan pemerintah. Hal ini bertujuan agar kedua entitas, baik perusahaan BUMN dan olahraga nasional, bisa saling berkolaborasi dan sinergi dalam mencapai tujuan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.