Menpora Desak BWF Evaluasi Sistem Turnamen Bulu Tangkis Usai All England

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpora Zainudin Amali. Antara

    Menpora Zainudin Amali. Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mendesak Federasi Bulu Tangkis Dunia BWF mengevaluasi sistem penyelenggaraan turnamen internasional yang dilangsungkan di tengah pandemi Covid-19. Ia berharap insiden All England 2021, yang mengharuskan Indonesia menarik diri karena alasan protokol kesehatan, tidak terulang.

    Zainudin mengungkapkan kekecewaannya setelah Indonesia dipaksa mundur dari All England. Tim bulu tangkis Indonesia kala itu teridentifikasi berada dalam satu pesawat dengan satu penumpang positif Covid-19. 

    Politikus Partai Golkar itu tidak ingin insiden itu terulang kembali pada turnamen-turnamen lain yang menjadi ajang kualifikasi untuk Olimpiade Tokyo 2021. "Mudah-mudahan ada evaluasi besar-besaran tentang sistem penyelenggaraan turnamen dengan kebijakan masing-masing negara dalam menangani COVID-19," kata dia.

    Dalam upaya menangani penyebaran virus corona, menurut Zainudin, setiap negara memiliki cara yang berbeda. Sebab itulah, BWF perlu menyesuaikan sistem penyelenggaraan turnamen.

    Baca juga: Bulu Tangkis: Kevin / Marcus Tetap Nomor 1, Indonesia Kantongi 6 Tiket Olimpiade

    Di sisi lain, ia menerima permohonan maaf BWF ke Indonesia mengenai insiden yang menimpa Indonesia dalam All England. "Buat saya, kejadian di Inggris jangan terulang pada turnamen berikutnya. Karena kita masih menghadapi turnamen untuk Olimpiade," kata Zainudin.

    Tim All England Indonesia diwajibkan menjalani karantina mandiri selama sepuluh hari setelah satu pesawat dengan penumpang yang terpapar COVID-19 dalam perjalanan dari Istanbul menuju Birmingham.

    Kewajiban melakukan karantina harus dilakukan tim Indonesia meskipun sudah dites negatif COVID-19 setiba di Birmingham. Kewajiban karantina ini membuat Indonesia tidak bisa meneruskan All England 2021 sehingga memutuskan mundur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.