Eko Yuli Irawan Ingin Olimpiade Tokyo 2021 Tetap Digelar, Begini Alasannya

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter Timnas Indonesia Eko Yuli Irawan berlatih di kompleks Olahraga Rizal Memorial, Manila, Filipina, Rabu, 27 November 2019. Timnas Angkat Besi Indonesia sengaja berangkat ke Manila lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan agar para atlet dapat segera beradaptasi dengan kondisi cuaca dan tempat latihan angkat besi SEA Games 2019. ANTARA

    Lifter Timnas Indonesia Eko Yuli Irawan berlatih di kompleks Olahraga Rizal Memorial, Manila, Filipina, Rabu, 27 November 2019. Timnas Angkat Besi Indonesia sengaja berangkat ke Manila lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan agar para atlet dapat segera beradaptasi dengan kondisi cuaca dan tempat latihan angkat besi SEA Games 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet angkat besi Indonesia Eko Yuli Irawan berharap Olimpiade Tokyo 2021 bisa tetap terselenggara. Ia ingin ajang olahraga multicabang terbesar itu digelar meskipun mendapat penolakan dari publik Jepang karena belum terkendalinya pandemi Covid-19.

    Eko meyakini harapan tersebut juga turut diamini oleh seluruh atlet di dunia yang sudah mempersiapkan diri bertahun-tahun agar bisa berlaga pada multiajang terbesar di dunia yang telah tertunda satu tahun tersebut. “Pasti semua ingin Olimpiade Tokyo terselenggara karena tahun depan sudah ada kualifikasi lagi. Kami juga sudah mempersiapkan diri untuk Olimpiade,” kata Eko di Jakarta, Kamis, 20 Mei 2021.

    Ia melnajutkan, “Tapi sampai saat ini masih belum ada perubahan dan masih sesuai jadwal. Yang pasti kalau saya sebagai atlet hanya bisa mempersiapkan diri saja."

    Harapan Eko tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, Olimpiade Tokyo bakal menjadi ajang penebusan untuk merebut medali emas setelah pada tiga edisi sebelumnya ia cuma mampu meraih medali perunggu pada Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012, serta medali perak pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

    ADVERTISEMENT

    Dia juga mengaku Olimpiade Tokyo merupakan kesempatan terakhir dia berlaga dalam pesta terakbar sejagat itu mengingat usianya kini sudah menginjak 31 tahun. "Kalau melihat usia mungkin ini bisa yang terakhir. Untuk masalah ke depan kita lihat bagaimana karena untuk mempertahankan mungkin bisa, tetapi untuk meningkatkan sepertinya agak sulit dalam usia 35 tahun. Maka momentumnya tahun ini bisa diperjuangkan,” tuturnya.

    Olimpiade 2020 Tokyo kian dalam ancaman ketika publik Jepang hingga asosiasi dokter Tokyo justru menolak pelaksanaannya. Perdana Menteri Yoshihide Suga juga sudah memperpanjang status darurat Covid-19 di Tokyo hingga akhir Mei demi menekan laju penyebaran virus.

    Status darurat Covid-19 bahkan diperluas ke tiga wilayah lain Jepang, yakni Hokkaido, Okayama dan Hiroshima. Meski mendapat penolakan, panitia pelaksana Olimpiade Tokyo mengklaim telah berhasil mengadakan serangkaian ajang uji coba di bawah protokol kesehatan yang ketat dan melibatkan atlet internasional.

    Baca juga : Bikin Surat Terbuka, Asosiasi Praktisi Medis Tokyo Minta Olimpiade Dibatalkan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...