MotoGP Belanda: Maverick Vinales Kesal dengan Yamaha, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Monster Energy Yamaha Maverick Vinales. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    Pembalap Monster Energy Yamaha Maverick Vinales. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    TEMPO.CO, JakartaMaverick Vinales mengaku sangat kecewa dengan Yamaha setelah hasil buruk di seri MotoGP Jerman, Ahad lalu. Kurangnya respons Monster Energy Yamaha MotoGP membuat pembalap asal Spanyol itu berniat meniru apapun yang dilakukan rekan satu timnya, Fabio Quartararo, saat seri balapan di Belanda, akhir pekan ini.

    Vinales finis di posisi ke-19 di MotoGP Jerman atau menjadi pembalap terakhir yang finis. Menurut dia, hasil di Jerman bukan hanya terburuk di MotoGP, tetapi juga yang terburuk sepanjang kariernya.

    “Saya tidak merasa sangat dihormati sebagai pembalap karena saya belum pernah berada di posisi ini sebelumnya, finis terakhir dalam satu balapan. Saya tidak ingat balapan apa pun dalam hidup saya sejak saya masih kecil. Pada dasarnya untuk itulah saya saya sangat kesal," kata Vinales di Assen dikutip dari Crash, Kamis, 24 Juni 2021.

    Tiga bulan yang lalu, Vinales dan timnya merayakan awal musim yang sempurna dengan kemenangan di Qatar, atau kemenangan kesembilan dalam kariernya di kelas utama MotoGP. Namun, ia dibuntuti berbagai kesulitan pada seri-seri berikutnya. Sejak kemenangan di Qatar, Vinales finis di posisi enam besar hanya sebanyak dua kali.

    Ia kini berada 56 poin di belakang Quartararo di papan klasemen MotoGP dengan 75 poin dan bertengger di posisi keenam. Ia berbeda nasib dengan Quartararo, yang memiliki tiga kemenangan dan lima podium dari delapan putaran yang sudah dijalankan. Pembalap Prancis itu kini memuncaki klasemen dengan 131 poin.

    Vinales semakin frustrasi karena kurangnya jawaban untuk masalah seperti masalah grip belakang dari pabrikan Yamaha. "Saya tidak mengerti apa-apa. Masalahnya adalah ketika saya mencoba mencari solusi dari tim, jawabannya selalu sama dan saya tidak tahu. Sangat aneh ketika saya punya keunggulan di Qatar lalu semuanya hilang. Sebagai pembalap itu sangat rumit untuk menjaga motivasi."

    Di MotoGP Belanda, Vinales pun ingin meniru set up motor Yamaha M1 milik Quartararo. Menurut dia, itu solusi untuk bisa kembali menemukan kecepatan maksimum di motornya. "Sebenarnya kami tidak menyelesaikan apa pun. Jadi di Assen saya akan menyalin semuanya dan kami akan lihat hasilnya. Saya terpaksa melakukannya karena saya tidak bisa terus-menerus kehilangan waktu."

    Baca juga : Diminta Pangeran Perkuat VR46 di MotoGP 2022, Apa Kata Valentino Rossi?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.