Maverick Vinales Hengkang dari Yamaha, Valentino Rossi: Bukan Masalah Besar

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Valentino Rossi dan pacarnya, Francesca Sofia. (instagram/@francescasofianovello)

    Valentino Rossi dan pacarnya, Francesca Sofia. (instagram/@francescasofianovello)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap veteran Valentino Rossi mengaku terkejut dengan keputusan Maverick untuk hengkang dari tim pabrikan Yamaha pada MotoGP 2022. Meski begitu, ia memastikan, hengkangnya Vinales dari tim pabrikan Yamaha tidak akan berpengaruh pada masa depan Valentino Rossi.

    “Mungkin sesuatu yang tidak kami harapkan akan berubah. Tapi bagi saya, masalah dia (Maverick Vinales) tidak mengubah keputusan saya karena keputusan saya berkorelasi dengan hasil. Jadi, apa yang terjadi dengan tim lain atau dengan Yamaha lain bagi saya bukanlah masalah besar," ujar dia dikutip dari Crash, Senin, 28 Juni 2021.

    Rossi kemungkinan akan membuat keputusan masa depannya setelah seri MotoGP Belanda, Ahad kemarin. Ia ingin mempertimbangkan hasil balapan MotoGP 2021 untuk menentukan masa depannya. Balapan terakhir di Assen, pembalap Petronas Yamaha SRT harus terjatuh pada lap kedelapan.

    “Sangat disayangkan karena kecepatan kami tidak terlalu buruk,” kata Rossi tentang DNF ketiganya musim ini. “Saya memiliki potensi yang cukup bagus, jadi kami mengharapkan balapan yang layak. Tapi sayangnya, saya melakukan start yang buruk karena kami mengubah sesuatu untuk start."

    Juara dunia sembilan kali itu meneruskan, “Saya harus mengubah cara saya untuk memulai balapan. Seperti di Sachsenring, saya melakukan start yang buruk. Setelah itu, saya tertinggal jauh tetapi saya mencoba untuk menyalip. Sayangnya, Anda merasa gripnya sedikit berkurang. Saya bisa menyalip Bastianini dan saya mencoba menekan, tapi sayangnya saya kehilangan bagian depan di tikungan tujuh."

    Gagal meraih poin untuk kelima kalinya musim ini membuat Rossi masuk ke liburan musim panas dengan hanya berada di peringkat ke-19 klasemen MotoGP. “Saya selalu mengatakan bahwa ini tahun yang sulit, itu adalah tantangan besar,” kata Rossi. “Tapi keputusan saya untuk tahun depan sangat bergantung pada hasil. Memang tidak seperti yang kami harapkan, tetapi kami berharap bisa lebih kuat."

    Sementara Valentino Rossi meraih hasil buruk, Aramco, sponsor utama proyek MotoGP VR46 barunya, telah meminta juara dunia sembilan kali itu bergabung dengan Luca Marini dengan Ducati pada 2022. Namun, Rossi mengatakan itu akan sangat sulit terjadi saat ini.

    Baca juga : MotoGP: Kekesalan Maverick Vinales yang Membuatnya Hengkang dari Yamaha


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.