Tradisi Emas Bulu Tangkis di Olimpiade, Rionny: Beban Kami Memang Berat, tapi...

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, dan Muhammad Rian Ardianto menjalani latihan hari kedua di Impact Arena Bangkok, Kamis, jelang pelaksanaan kejuaraan berkelas BWF 1000 Thailand Open 2021 pekan depan. (Antara/PP PBSI)

    Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, dan Muhammad Rian Ardianto menjalani latihan hari kedua di Impact Arena Bangkok, Kamis, jelang pelaksanaan kejuaraan berkelas BWF 1000 Thailand Open 2021 pekan depan. (Antara/PP PBSI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua hari menjelang keberangkatan menuju Prefektur Kumamoto di Jepang untuk aklimatisasi jelang Olimpiade Tokyo 2020, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky memastikan para atletnya dalam kondisi fit. Persiapan teknis dan administrasi menjelang keberangkatan terus dilakukan.

    "Untuk persiapan, saya lihat semua pemain dan pelatih dalam keadaan baik dan fokus. Walaupun dengan keadaan sulit seperti ini, mereka tidak terganggu. Kondisi semua juga sehat dan saya pastikan semua pemain siap untuk bertanding," kata Rionny dikutip dari Badminton Indonesia, Rabu, 7 Juli 2021.

    "Saya juga pastikan Indonesia mengirim tim terbaik yang ada saat ini. Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan (ganda putra), Greysia Polii / Apriyani Rahayu (ganda putri), dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran)," kata dia menambahkan.

    Tim ini juga sudah menjalani serangkaian tes kesehatan termasuk tes PCR berkala selama empat hari berturut-turut sejak Ahad, 4 Juli 2021 hingga hari ini. "Kami sudah jalani dua kali tes PCR, dari hari Minggu dan Senin kemarin, Puji Tuhan hasilnya bagus. Hari ini kami tes PCR kembali untuk pemenuhan syarat-syarat administratif," ujar Rionny.

    Rencananya, tim akan bertolak ke Prefektur Kumamoto di Jepang pada Kamis, 8 Juli 2021 pukul 23.15 WIB menggunakan maskapai Japan Airlines dengan nomor penerbangan JL5012 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Mereka akan transit terlebih dahulu di Bandara Haneda, Tokyo selama sembilan jam sebelum melanjutkan penerbangan ke Kumamoto.

    "Sesampainya di Kumamoto, kami akan karantina dulu selama empat hari sebelum menjalani latihan. Saat karantina, saya berkoordinasi dengan pelatih fisik yang juga ikut ke sana untuk memberikan program-program latihan di kamar agar kondisi pemain terjaga dengan konsisten. Setelah itu, latihan fisik dan teknik secara normal. Saya berharap di sini bisa adaptasi cepat dan ada peningkatan sedikit sebelum ke Tokyo. Jadi latihannya bisa di-push sedikit. Nanti di Tokyo baru kami finishing dengan pola dan mempelajari lawan," ujar Rionny.

    Rionny berharap cita-cita tim bulu tangkis Indonesia mempertahankan tradisi medali emas di ajang Olimpiade bisa terwujud tahun ini. "Beban kami memang berat, tapi mudah-mudahan kami bisa mempertahankan tradisi emas Olimpiade untuk Indonesia."

    Rionny Mainaky meneruskan, "Ganda putra dan ganda campuran yang kami targetkan semoga mereka bisa maksimal. Untuk tunggal putra dan ganda putri juga saya rasa mereka berpeluang mendapat medali dan sebisa mungkin harus dapat medali. Dan tunggal putri yang saya pegang sendiri, bisa membuat kejutan. Gregoria saya harap bisa menyumbang medali. Itu cita-cita kami."

    Selain 11 atlet yang akan berlaga di Olimpiade, lima pelatih siap mendampingi. Tim bulu tangkis Indonesia juga memboyong sembilan orang tim pendukung yang terdiri dari manajer tim, atlet sparring, pelatih fisik, dokter, fisioterapis, dan masseur ke Kumamoto. Berikut daftarnya:

    1. Jonatan Christie (Atlet)
    2. Anthony Sinisuka Ginting (Atlet)
    3. Gregoria Mariska Tunjung (Atlet)
    4. Marcus Fernaldi Gideon (Atlet)
    5. Kevin Sanjaya Sukamuljo (Atlet)
    6. Mohammad Ahsan (Atlet)
    7. Hendra Setiawan (Atlet)
    8. Greysia Polii (Atlet)
    9. Apriyani Rahayu (Atlet)
    10. Praveen Jordan (Atlet)
    11. Melati Daeva Oktavianti (Atlet)
    12. Hendry Saputra Ho (Pelatih Tunggal Putra)
    13. Rionny Mainaky (Pelatih Tunggal Putri)
    14. Herry Iman Pierngadi (Pelatih Ganda Putra)
    15. Eng Hian (Pelatih Ganda Putri)
    16. Nova Widianto (Pelatih Ganda Campuran)
    17. Iwan Hermawan (Pelatih Fisik dan Sports Science)
    18. Eddy Prayitno (Manajer Tim)
    19. Shesar Hiren Rhustavito (Atlet Sparring)
    20. Fajar Alfian (Atlet Sparring)
    21. Muhammad Rian Ardianto (Atlet Sparring)
    22. Zachariah Josiahno Sumanti (Atlet Sparring)
    23. dr. Octaviani (Dokter)
    24. Gyon Putra Amiga (Fisioterapis)
    25. Jean Inneke Turangan (Masseur)

    Baca juga : Bulu Tangkis: Di Olimpiade Tokyo, Hendra / Ahsan Tak Ingin Terlalu Berambisi

    Baca juga : Jadwal Bulu Tangkis BWF 2021 Terbaru: Indonesia Open dan 2 Turnamen di Bali


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.