Boston Celtics Torehkan Catatan Manis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Boston Celtics memberikan catatan manis dalam kompetisi basket NBA setelah mengalahkan New York Knicks 124-104, Minggu (21/12), waktu setempat. Ini merupakan kemenangan ke-18 berturut-turut bagi Celtics.

    Catatan kemenangan yang sama pernah dibukukan Celtics pada musim 1981-1982. Kemenangan itu sekaligus menjadi kinerja yang baik bagi Celtics pada awal musim 2008-2009 ini.

    Tim yang diperkuat bintang lapangan Rajon Rondo itu kian mendekati rekor 27 kemenangan. Prestasi tersebut baru bisa tercatat sebagai rekor penampilan terbaik jika Celtics mampu mengalahkan Philadelphia 76ers, Selasa (22/12) nanti.

    Kemenangan Celtics nanti akan mencatatkan dua kekalahan saja bagi mereka di awal musim. Sebuah catatan yang sama mengalahkan kemenangan 26-2 yang pernah dibukukan Knicks pada musim 1969-1970. Sama halnya dengan rekor milik 76ers pada musim 1966-1967.

    Kevin Garnett, yang menyumbangkan 12 poin bagi Celtics mengaku terkejut dengan hasil yang telah ditorehkan dia bersama timnya. “Kami tidak pernah menyadarinya, karena kami terfokus pada pertahanan di lapangan setiap harinya,” katanya.

    Kemenangan Celtics kali ini tidak lepas dari penampilan prima Rajon Rondo dengan mencetak 26 poin, enam rebound, dan lima assist. Penampilan itu diakui baik oleh rekan satu timnya maupun tim lawan. Garnett melihat keperkasaan Rondo sangat tampak pada kuarter ketiga. "Ia (Rondo) mampu menguasai pertandingan. Ia nyaris tampil sempurna." katanya.

    Richardson yang merupakan penyumbang poin terbanyak bagi Knicks (29 poin) juga melihat Rondo tampil sangat agresif Minggu lalu. “Dia tidak pernah tampil sangat agresif seperti sekarang ini sebelumnya,“ katanya.

    AP|AFP|NBA|EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.