Usai Tragedi Kanjuruhan, Pemkab Malang Ajukan Dana Rp 580 Miliar untuk Renovasi Stadion

Reporter

Suasana Stadion Kanjuruhan, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu, 5 Oktober 2022. ANTARA/Vicki Febrianto

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Malang mengajukan dana sebesar Rp 580 miliar untuk merenovasi Stadion Kanjuruhan. Setelah tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan 132 orang meningal dan ratusan orang luka-luka, kondisi stadion yang berada di Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu rusak.

"Pengajuan sekitar Rp 580 miliar, dari kajian tim Cipta Karya (Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Malang)," kata Bupati Malang, M. Sanusi, di Kabupaten Malang, Rabu, 12 Oktober 2022.

Sanusi mengatakan bahwa pengajuan biaya renovasi itu lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang menyebutkan pendanaan berkisar Rp 400 miliar. Menurut dia, renovasi untuk Stadion Kanjuruhan akan dilakukan pada sejumlah titik yang lebih mengutamakan keamanan bagi para penonton. 

Bupati Malang itu juga telah menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi, dibutuhkan anggaran Rp 800 miliar untuk renovasi tribun keliling.

"Kalau Menpora kemarin itu antara Rp 400 miliar, pengajuan saya Rp 580 miliar. Untuk tribun keliling, dulu proposal yang saya ajukan Rp 800 miliar, kemarin sudah saya sampaikan ke Presiden," ujarnya.

Baca Juga: Kronologi dan Alasan Banyaknya Korban Berjatuhan dalam Tragedi Kanjuruhan

Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi bersama Ibu Iriana Joko Widodo meninjau kondisi Stadion Kanjuruhan pasca-tragedi yang menewaskan 131 orang seusai pertandingan Arema FC vs Persebaya di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu, 5 Oktober 2022. Pemerintah telah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) yang diketuai oleh Menko Polhukam Mahfud MD untuk mencari tahu secara detail penyebab utama atas terjadinya tragedi Kanjuruhan. Foto: BPMI Setpres

Pemerintah Kabupaten Malang juga berencana membangun sebuah monumen peringatan tragedi Kanjuruhan di area stadion. Saat ini, untuk pembangunan monumen masih dalam tahapan perencanaan. Pemerintah Kabupaten Malang juga telah berkomunikasi dengan tim arsitek Universitas Brawijaya.

"Ini masih perencanaan, nanti setelah final seperti apa, terkait pembiayaan baru saya mintakan ke dewan. Bersabar dahulu, karena monumen ini untuk selamanya," ujarnya.

Tregedi Kanjuruhan terjadi di Stadion Kanjuruhan setelah pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3. Kekalahan tuan rumah itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Kerusuhan tersebut semakin membesar di mana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut dan pada akhirnya menggunakan gas air mata.

Dalam tragedi Kanjuruhan itu, semula 125 orang dilaporkan meninggal. Namun, jumlahnya bertambah menjadi 132 orang. Penyebabnya adalah patah tulang, trauma di kepala dan leher dan asfiksia atau kadar oksigen dalam tubuh berkurang. Selain itu, dilaporkan juga ada ratusan orang yang mengalami luka ringan dan luka berat.

Baca Juga: FIFA sudah di Indonesia, TGIPF Tragedi Kanjuruhan Serahkan Hasil Investigasi ke Presiden Jokowi Jumat






Kaesang Berminat Masuk Politik, Isu Dinasti Politik dan Aji Mumpung: Apa Itu Aji Mumpung?

1 jam lalu

Kaesang Berminat Masuk Politik, Isu Dinasti Politik dan Aji Mumpung: Apa Itu Aji Mumpung?

Ada pihak yang menilai dengan masuknya Kaesang Pangarep ke dunia politik menyusul kakaknya itu, bisa menjurus pada praktik dinasti politik.


Liga 1: Ini Sederet Konsekuensi yang Akan Terjadi Bila Arema FC Membubarkan Diri

4 jam lalu

Liga 1: Ini Sederet Konsekuensi yang Akan Terjadi Bila Arema FC Membubarkan Diri

Arema FC kini tengah menimbang opsi terburuk: membubarkan diri. Ada sederet konsekunsi yang akan mengikuti bila pembubaran diri dilakukan.


Buntut Penyerangan Markas Arema FC, Manajemen Klub Singo Edan Pertimbangkan untuk Bubar

11 jam lalu

Buntut Penyerangan Markas Arema FC, Manajemen Klub Singo Edan Pertimbangkan untuk Bubar

Manajemen Arema FC akan mempertimbangkan untuk mengambil keputusan bubar jika dianggap tidak kondusif.


Presiden Jokowi Beri Selamat atas Capaian 2 Gelar di Indonesia Masters 2023

20 jam lalu

Presiden Jokowi Beri Selamat atas Capaian 2 Gelar di Indonesia Masters 2023

Di Indonesia Masters 2023, Jonatan Christie dan Leo / Daniel berhasil meraih gelar juara. Apa kata Presiden Jokowi?


Reaksi Manajemen Arema FC Soal Demo Aremania yang Berujung Ricuh

1 hari lalu

Reaksi Manajemen Arema FC Soal Demo Aremania yang Berujung Ricuh

Manajemen Arema FC menyatakan membuka ruang dialog dengan para pendukung klub yang biasa disebut Aremania.


Demonstrasi Aremania Berujung Ricuh, Markas Arema FC Rusak karena Dilempari

1 hari lalu

Demonstrasi Aremania Berujung Ricuh, Markas Arema FC Rusak karena Dilempari

Demonstrasi para pendukung Arema FC, Aremania, di depan kantor klub pada Minggu siang, 29 Januari 2023, berujung ricuh.


Bus Pemain Persis Solo Dilempari di Tangerang, Gibran Langsung Colek Kapolri

1 hari lalu

Bus Pemain Persis Solo Dilempari di Tangerang, Gibran Langsung Colek Kapolri

Menurut Gibran, pelemparan ke bus pemain Persis Solo terjadi karena polisi tidak tegas dalam kasus Tragedi Kanjuruhan


Polri Gelar Kursus Manajemen Pengamanan Stadion, Instruktur dari Inggris dan Skotlandia

2 hari lalu

Polri Gelar Kursus Manajemen Pengamanan Stadion, Instruktur dari Inggris dan Skotlandia

Polri menggelar kurus manajemen pengamanan stadion dengan instruktur dari Inggris dan Skotlandia.


Sodetan Ciliwung Mau Rampung: Ini Profil Lengkap 3 Proyek Pengendali Banjir Jakarta

4 hari lalu

Sodetan Ciliwung Mau Rampung: Ini Profil Lengkap 3 Proyek Pengendali Banjir Jakarta

Dipimpin Heru Budi Hartono, proyek Sodetan Ciliwung bisa kembali digulirkan DKI. Bahkan kinerja Heru Budi Hartono sempat dipuji Presiden Jokowi.


Janji Presiden Jokowi Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Berat Basa-Basi

4 hari lalu

Janji Presiden Jokowi Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Berat Basa-Basi

Presiden Jokowi memilih penyelesaian non-yudisial untuk penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat. Harus mampu memberi keadilan.