Markis/Hendra Lewati Ujian Pertama di Kejuaraan Asia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Suwon: Pasangan emas Olimpiade Markis Kido/Hendra Setiawan melaju ke babak kedua Kejuaraan Asia di Suwon, Korea Selatan. Pada pertandingan pertama di Suwon Indoor Stadium, Rabu (8/4), Kido/Hendra menekuk perlawanan ganda Jepang, Komiyama Hajime/Hirobe Yoshiteru, 21-12, 17-21. 21-10.

    Bermain dalam tiga set, Markis mengaku tak begitu puas dengan penampilannya. “Saya masih ragu-ragu dalam bermain,” kata Kido dalam pesan singkatnya. Meski demikian, Markis tetap yakin bisa terus melaju hingga semifinal. “Awalnya memang agak berat bermain dalam formasi baru, tapi mudah-mudahan kami bisa semakin terbiasa,” katanya.

    Kejuaraan yang berlangsung hingga 12 April mendatang merupakan ajang evaluasi untuk pasangan peringkat satu dunia itu. Sigit Pamungkas, pelatih mereka di pelatnas Cipayung, mengaku kejuaraan ini menjadi ajang uji coba formasi baru Kido/Hendra.

    Jika selama ini Markis sering bermain di garis belakang lewat smes-smes kerasnya, kali ini ia bertukar posisi. Hendra yang sebelumnya lebih banyak bermain di depan akan menempati posisi belakang.

    Sigit mengaku perubahan formasi tersebut penting dilakukan mengingat cedera lutut yang dialami Markis. “Saya mencoba untuk mengurangi risiko cederanya,” katanya. “Makanya saya meminta mereka (Markis/Hendra) tampil maksimal.”

    Sigit berharap kejuaraan Asia ini dapat memberikan gambaran yang sangat jelas. Dan dengan kemenangan itu itu, anak asuhannya akan bertemu pasangan Cina Tao Jiaming/Sun Junjie.

    Ikut lolos ke babak kedua adalah ganda campuran Flandy Limpele/Vita Marissa. Pasangan nonpelatnas ini berhasil mengempaskan pasangan Vietnam, Pham Cao Hieu/Nguyen Thi Sen, 14-21, 21-14, 21-12. Flandy/Vita akan berjumpa duet Korea Selatan, Ki Jung Kim/ Hye Won Eom.

    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.