Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Menuju Olimpiade Paris 2024: Mengapa Selalu Ada Estafet Obor Tiap Olimpiade?

image-gnews
Logo Olimpiade Paris 2024. Wikipedia
Logo Olimpiade Paris 2024. Wikipedia
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -  Setiap 4 tahun sekali, dunia menyaksikan festival olahraga akbar olimpiade, dan tahun ini adalah Olimpiade Paris. Yang disorot bukan hanya kehebatan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara, tetapi juga sebuah ritual yang telah menjadi simbol universal perdamaian dan persatuan, yakni estafet obor Olimpiade.

Tradisi ini berakar dari kebudayaan Yunani kuno, mengangkat api suci dari Kuil Hera di Olympia, tempat Olimpiade kuno pertama kali diadakan pada tahun 776 SM.

Sejarah Estafet Obor Olimpiade

Dikutip dari situs Olympics.com, obor api suci pertama kali diperkenalkan pada Olimpiade Musim Panas Berlin, Jerman pada 1936. Tradisi modern estafet obor ini diprakarsai oleh Carl Diem, Sekretaris Jenderal Komite Penyelenggara Olimpiade Berlin.

Sementara itu, estafet obor Olimpiade Musim Dingin pertama kali diadakan pada Olimpiade Musim Dingin 1952 di Oslo, Norwegia, meskipun mulai dari lembah Morgedal, bukan dari Olympia. Barulah sejak Olimpiade Musim Dingin 1964 di Innsbruck, tradisi estafet dimulai dari Olympia.

Obor Olimpiade Musim Panas dan Musim Dingin ini dibuat untuk menahan pengaruh angin dan hujan saat membawa api Olimpiade. Obor ini memiliki desain unik yang mewakili negara tuan rumah dan semangat Olimpiade.

Menurut sejarah, api suci ini pertama kali dinyalakan di Kuil Hera menggunakan cermin parabolis yang mengumpulkan sinar matahari untuk menyalakan rumput kering. Upacara ini dipimpin oleh seorang pendeta perempuan dan dibantu oleh para vestal yang memiliki akses khusus ke area suci.

Proses Estafet

Menurut Washington Post, api dari area suci dibawa ke situs upacara publik dan diserahkan kepada pelari pertama. Pelari ini membawa api suci ke kaki monumen yang menjadi tempat jantung Baron de Coubertin, pendiri gerakan Olimpiade modern dimakamkan.

Dari Olympia, api suci dibawa melintasi Yunani menuju Athena. Api kemudian dibawa ke dalam sebuah upacara di Stadion Panathenaic dan diserahkan kepada komite tuan rumah untuk Olimpiade yang memulai siklus baru.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Estafet ini bertujuan menghidupkan kembali tradisi lari obor di Yunani kuno, dengan api suci yang dinyalakan di Olympia dan dijalankan secara bergantian oleh pelari hingga mencapai Berlin. Pada tahun tersebut, lebih dari 3.000 atlet dari tujuh negara berpartisipasi dalam estafet ini.

Perbedaan Budaya Setiap Tuan Rumah

Setiap tuan rumah Olimpiade memberikan nuansa budaya yang unik dalam penyelenggaraan estafet obor. Misalnya, pada Olimpiade Berlin 1936, estafet obor melintasi tujuh negara dengan rute mencakup Yunani, Bulgaria, Yugoslavia, Hongaria, Austria, Cekoslowakia, dan Jerman, memperlihatkan kekayaan budaya dan keragaman Eropa.

Di Olimpiade London 1948, meskipun perang saudara di Yunani, api suci diangkut dari Olympia ke pelabuhan Katakolon, kemudian naik kapal perang Yunani "Hastings" menuju Italia. Ini adalah estafet pertama yang melintasi lautan.

Sementara itu, di Olimpiade Tokyo 1964, api suci mengalami kendala ketika pesawat yang membawanya mengalami kerusakan di Hong Kong akibat topan. Hal ini menyebabkan digunakannya pesawat Cadangan, sehingga menambah dramatisasi dalam perjalanan api suci tersebut.

Estafet obor Olimpiade bukan sekadar ritual seremonial, tetapi simbol mendalam tentang persatuan dan semangat perjuangan untuk perdamaian. Dengan perjalanan yang mempertemukan berbagai budaya, estafet obor tidak hanya membangkitkan semangat Olimpiade tetapi juga mengingatkan akan nilai-nilai yang dapat mengatasi perbedaan.

Kini, lebih dari delapan dekade setelah dimulainya, estafet obor Olimpiade tetap menjadi momen yang dinanti-nanti dan menggugah inspirasi bagi jutaan orang di seluruh dunia.

Pilihan editor: Profil dan Pencapaian Jin BTS yang Terpilih Sebagai Pembawa Obor Olimpiade Paris 2024

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Jadi Mentor untuk Atlet Olimpiade Paris 2024, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad Beri Pesan buat Rinov / Pitha

2 jam lalu

Ganda campuran Indonesia, Rinov Rivaldy / Pitha Haningtyas Mentari. Kredit: Tim Media dan Humas PBSI.
Jadi Mentor untuk Atlet Olimpiade Paris 2024, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad Beri Pesan buat Rinov / Pitha

Mentor AdHoc PP PBSI untuk Olimpiade Paris 2024, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir memberi pesan buat Rinov Rivaldy / Pitha Haningtyas Mentari.


Apriyani / Fadia Berada di Grup Sulit Olimpiade Paris 2024, Bagaimana Peluangnya Menurut Greysia Polii?

3 jam lalu

Anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia Greysia Polii (kanan) menyerahkan replika obor Olimpiade kepada Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari saat acara Olympic Day di Jakarta pada 22 Juni 2024. (ANTARA FOTO/ Erlangga Bregas Prakoso/nz)
Apriyani / Fadia Berada di Grup Sulit Olimpiade Paris 2024, Bagaimana Peluangnya Menurut Greysia Polii?

Mentor dalam Tim Ad Hoc PP PBSI untuk Olimpiade Paris 2024, Greysia Polii, bicara soal peluang Apriyani / Fadia di Olimpiade Paris 2024.


Deretan Pemain Bintang di Cabang Sepak Bola Olimpiade Paris 2024, Ada Julian Alvarez dan Achraf Hakimi

5 jam lalu

Pemain Timnas Argentina, Julian Alvarez melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Timnas Kanada, dalam Semifinal Copa America di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, 9 Juli 2024. REUTERS/Agustin Marcarian
Deretan Pemain Bintang di Cabang Sepak Bola Olimpiade Paris 2024, Ada Julian Alvarez dan Achraf Hakimi

Salah satu olahraga paling populer yang dipertandingkan dalam Olimpiade Paris 2024 adalah sepak bola. Siapa saja pemain bintang yang hadir?


Di Tengah Gempuran Israel, Atlet Palestina Menuju Olimpiade Paris

1 hari lalu

Calon perenang Olimpiade Palestina, Yazan Al Bawwab, berenang saat sesi latihan di Dubai, Uni Emirat Arab, 13 Juni 2024. REUTERS/Amr Alfiky
Di Tengah Gempuran Israel, Atlet Palestina Menuju Olimpiade Paris

Kehadiran atlet Palestina di Olimpiade Paris sudah menjadi kemenangan besar bagi tim di tengah serangan brutal Israel ke Gaza dan Tepi Barat


Ukraina Luncurkan Prangko Olimpiade saat Kirimkan Tim Terkecilnya ke Paris

1 hari lalu

Desain prangko Olimpiade Ukraina 2024 yang dikeluarkan oleh Layanan Pos Ukraina Ukrposhta selama presentasinya di Gedung Olimpiade di Kyiv, Ukraina, 19 Juli 2024. REUTERS/Thomas Peter
Ukraina Luncurkan Prangko Olimpiade saat Kirimkan Tim Terkecilnya ke Paris

Ukraina meluncurkan perangko baru untuk mendukung para atlet Olimpiadenya saat negara itu mengirimkan tim nasional terkecilnya ke Olimpiade Paris.


Olimpiade Paris 2024: 3 Atlet Angkat Besi Indonesia Jalani Persiapan 2 Pekan di Montpellier

1 hari lalu

Lifter Rizki Juniansyah (kiri), Eko Yuli Irawan (tengah) dan Nurul Akmal (kanan) mengikuti pemusatan latihan di Mess Kwini Jakarta, Jumat 14 Juni 2024. Tiga lifter Indonesia yakni Eko Yuli Irawan yang akan turun pada nomor 61 kg, Rizki Juniansyah di nomor 73 kg, dan Nurul Akmal di nomor +81 kg terus mematangkan persiapan jelang Olimpiade Paris 2024. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Olimpiade Paris 2024: 3 Atlet Angkat Besi Indonesia Jalani Persiapan 2 Pekan di Montpellier

Tim angkat besi Indonesia bakal mematangkan persiapan selama dua pekan di Kota Montpellier, Prancis, sebelum berlaga pada Olimpiade Paris 2024.


Ketua Umum PB PABSI Rosan Roeslani Optimistis Angkat Besi Bisa Raih Emas di Olimpiade Paris 2024

1 hari lalu

Lifter Eko Yuli Irawan melakukan pemanasan saat mengikuti pemusatan latihan di Mess Kwini Jakarta, Jumat 14 Juni 2024. Tiga lifter Indonesia yakni Eko Yuli Irawan yang akan turun pada nomor 61 kg, Rizki Juniansyah di nomor 73 kg, dan Nurul Akmal di nomor +81 kg terus mematangkan persiapan jelang Olimpiade Paris 2024. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Ketua Umum PB PABSI Rosan Roeslani Optimistis Angkat Besi Bisa Raih Emas di Olimpiade Paris 2024

Ketua Umum PB PABSI Rosan Roeslani optimistis para atlet angkat besi bisa meraih medali emas pada Olimpiade Paris 2024.


Tampil sebagai Debutan di Olimpiade Paris 2024, Rinov/Pitha Akui Ada Rasa Gugup

1 hari lalu

Ganda campuran Indonesia, Rinov Rivaldy / Pitha Haningtyas Mentari. Kredit: Tim Media dan Humas PBSI.
Tampil sebagai Debutan di Olimpiade Paris 2024, Rinov/Pitha Akui Ada Rasa Gugup

Pelatih ganda campuran Indonesia, Herry Iman Pierngadi mengatakan Rinov/Pitha mengalami peningkatan menjelang Olimpiade Paris 2024.


Rizki Juniansyah Tak Terbebani dengan Target Medali Emas untuk Angkat Besi di Olimpiade Paris 2024

1 hari lalu

Lifter putra Indonesia Rizki Juniansyah. ANTARA/Nova Wahyudi
Rizki Juniansyah Tak Terbebani dengan Target Medali Emas untuk Angkat Besi di Olimpiade Paris 2024

Rizki Juniansyah mengatakan tidak merasa terbebani dengan adanya target medali emas untuk diraih tim angkat besi Indonesia pada Olimpiade Paris 2024.


Gugup tapi Bersemangat, Rinov / Pitha Ingin Nikmati Tiap Momen pada Debut di Olimpiade Paris 2024

1 hari lalu

Ganda campuran Indonesia, Rinov Rivaldy / Pitha Haningtyas Mentari. Kredit: Tim Media dan Humas PBSI.
Gugup tapi Bersemangat, Rinov / Pitha Ingin Nikmati Tiap Momen pada Debut di Olimpiade Paris 2024

Rinov Rivaldy / Pitha Haningtyas Mentari ingin menikmati setiap momen pada debut mereka di Olimpiade Paris 2024.