Tim Junior Bulutangkis Indonesia Berpeluang Duduki Peringkat Kelima

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -  Tim bulu tangkis junior Indonesia membuka kesempatan untuk menduduki peringkat kelima Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior di Kedah, Malaysia. Kesempatan itu datang setelah Sukamta Evert dan kawan-kawan menekuk tim Hong Kong 3-0, Minggu (25/10). Mereka sudah memastikan Indonesia memperbaiki prestasi setelah tahun lalu di Pune, India, hanya bisa berada di peringkat ketujuh.

    Perjuangan Indonesia diawali oleh pasangan ganda campuran Rendy Sugiarto/Tiara Rosalia Nuraidah. Mereka menundukkan pasangan Long Chan Dick/Yan Leung Kin 21-19, 21-15 untuk merebut satu angka pertama bagi Indonesia. Di partai kedua, Evert Sukamta langsung membuat Indonesia memimpin 2-0 setelah membungkam tunggal putra Hong Kong Tam Chum Hei 21-9, 21-11.

    Tunggal putri Indonesia, Siti Anida Lestari Qoryatin menjadi penentu kemenangan Indonesia setelah melibas Kei Yeung Yik 21-12, 21-16. Dengan hasil ini, Indonesia akan berebut peringkat lima dengan Jepang yang mengalahkan India 3-1.

    Siti Anida dan kawan-kawan harus mengubur dalam-dalam impian mereka untuk membawa pulang Piala Suhandinata yang diperebutkan di kejuaraan ini. Indonesia hanya bisa memperjuangkan peringkat kelima setelah hanya puas di urutan kedua grup Z di babak penyisihan. Indonesia tidak mampu mengungguli Cina yang menjadi juara grup dan bergabung bersama juara grup lainnya seperti Malaysia, Taiwan, dan Thailand di empat besar.

    Sejak awal, para pemain dari pelatnas pratama ini memang diprediksi akan kesulitan menembus pertahanan Cina – yang merupakan tim juara bertahan. Pelatih kepala pelatnas PB PBSI Christian Hadinata hanya berharap anak-anak asuhnya itu mampu bermain aman dan bisa berada di peringkat kedua grup.

    Yang terpenting, Christian menambahkan, para atlet pratama ini harus bisa mengalahkan pemain dari tim lain di grup seperti Selandia Baru, Macau, dan Rusia. “Kalau sampai kalah, berarti kita harus mulai memikirkan pembinaan yang lebih bagus untuk mereka,” katanya.

    Adapun Cina semakin membuka peluang menduduki puncak peringkat dan menjadi juara setelah mengalahkan Thailand 3-0. Cina akan berebut gelar juara dengan Malaysia yang menundukkan Taiwan 3-1. Cina sudah mendominasi kejuaraan yang memasuki tahun ke enam pelaksanaannya. Tim ini baru kehilangan kesempatan membawa pulang Piala Suhandinata tahun 2006 lalu saat kalah dari Korea di final.

    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?