Kido/Hendra Bidik Gelar All England  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  Ganda putra Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan, menyatakan dalam kondisi siap bertanding di kejuaraan All England yang akan berlangsung di Birmingham, Inggris, 9-14 Maret mendatang. Turnamen super series paling bergengsi itu, menurut mereka, akan menjadi salah satu target tertinggi yang hendak dicapai dalam karir profesional mereka sebagai pebulutangkis.

    “Kami sangat menginginkan gelar All England karena itu merupakan satu-satunya gelar bergengsi yang belum pernah kami raih. Kami sudah siap terjun di sana dan kami optimistis bisa juara,” kata Kido kepada wartawan di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, Jumat (5/3).

    Pasangan Kido/Hendra sampai saat ini merupakan pasangan ganda putra terkuat yang dimiliki Indonesia. Mereka pernah merasakan gelar juara dunia pada tahun 2007 dan menggondol medali emas di Olimpiade Beijing 2008. Beberapa super series bergengsi yang lain, seperti Malaysia Terbuka, China Terbuka, dan Indonesia Terbuka, juga pernah mereka menangkan.

    Kido/Hendra sebenarnya tidak dalam kondisi terbaik saat ini. Hal ini karena Hendra baru saja sembuh dari sakit demam berdarah yang ia alami beberapa waktu lalu. Karena harus dirawat di rumah sakit, Hendra terpaksa tidak bisa membela Indonesia dalam babak kualifikasi Piala Thomas yang berlangsung di Nakhon, Thailand, beberapa waktu lalu.

    Namun Hendra menyatakan kondisinya sudah semakin bagus. “Tiga hari setelah keluar dari rumah sakit, saya sudah latihan sendiri karena Kido tampil bersama tim Piala Thomas. Sekarang sudah sekitar sepuluh hari latihan. Jadi kondisi saya sudah bagus,” kata Hendra.

    Bersama Kido, Hendra sudah berlatih bersama lagi sejak empat hari terakhir. Latihan yang dilakukan langsung difokuskan untuk menyongsong All England. “Akan ada tantangan tersendiri di All England kali ini karena bola pasti meluncur lebih berat karena suhu lebih dingin di Inggris. Tetapi sebagai pemain berpengalaman kami sudah siap untuk mengantisipasi hal itu,” lanjut Hendra.

    Prestasi terbaik Kido/Hendra di All England adalah babak kedua pada tahun 2007. Tak ingin mengulang hasil buruk yang sama, Hendra menegaskan untuk tahun ini kondisinya pasti berbeda. Selain karena bertepatan dengan ulang tahun ke-100 All England, motivasi lain yang memacu Hendra adalah undian yang lebih menguntungkan mereka.

    “Mudah-mudahan kami bisa melewati tiap babak. Kami akan melawan para pemain dari Jepang di babak pertama. Selanjutnya kalau lolos akan kembali bertemu dengan pasangan Rusia atau Jepang lagi. Lawan-lawan terberat kami dari Korea Selatan dan Malaysia, kemungkinan akan kami temui di babak semifinal. Tapi kalau seandainya bisa lolos sejauh itu kami tentu akan berjuang semakin keras,” ungkap Hendra.

    Kido/Hendra akan berangkat ke Inggris hari Sabtu (6/3). Sisa waktu dua hari sebelum dimulainya All England akan mereka manfaatkan untuk beradaptasi dengan cuaca di Inggris.

    ARIS M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.