Maria Kristin Batal ke All England karena Kakeknya Wafat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maria Kristin Yulianti. TEMPO/Nickmatulhuda

    Maria Kristin Yulianti. TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO Interaktif, JakartaMaria Kristin Yualinti, pemain tunggal putri Indonesia, batal mengikuti All England di Birmingham, Inggris, pada 9-14 Maret. Peraih perunggu Olimpiade Beijing 2008 ini urung berangkat karena kakeknya meninggal dunia. Selasa besok, Maria Kristin seharusnya bertanding melawan Maja Tvrdy dari Slovakia pada babak kualifikasi pertama. 

    "Maria tidak berangkat di kejuaraan All England karena kakenya meninggal dunia," kata Lius Pongoh, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, kepada Tempo, Senin (8/3). Namun, Lius menambahkan semua pemain pelatnas yang sudah didaftarkan telah berada di Inggris. 

    Batalnya Maria Kristin membuat pemain tunggal putri wakil pelatnas Cipayung hanya menyisakan Adriyanti Firdasari yang kini bertengger di peringkat 20 dunia. Pada babak pertama, Rabu (10/3), Firda akan berhadapan dengan Chen Wong dari Hongkong yang peringkatnya di bawahnya tiga tingkat. 

    Maria Febe Kusumastuti, yang belum resmi masuk Pelatnas, juga maju ke kejuaraan ini mewakili PB Djarum. Di babak pertama, Febe akan langsung berhadapan dengan Shixian Wang, pemain China yang mempunyai peringkat 9 dunia.

    Di nomor tunggal putra, pebulu tangkis Indonesia Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, dan Dyonisius Hayom Rumbaka akan beradu kekuatan melawan pebulutangkis unggulan negara lain. Babak pertama, Taufik akan bertemu dengan Yu Hu dari Hongkong. Peluang Taufik menang sangat tinggi karena Yu Hu berada 13 tingkat di bawahnya. 

    Sedangkan Sony berhadapan dengan Pengyu Du yang peringkatnya dibawahnya, 21. Apabila Sony menang, di babak kedua kemungkinan bertemu dengan Lee Chong Wei, pebulutangkis asal Malaysia yang menduduki peringkat pertama dunia sekaligus unggulan pertama. Simon yang berada di peringkat 12 akan bertanding melawan Choong Han Wong, peringkat 14 dari Malaysia. Hayom langsung bertemu dengan unggulan ketiga Jin Chen dari China.

    Sementara di ganda putra, pebulu tangkis Indonesia yang akan berlaga, yaitu Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan, Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan, Muhammad Ahsan/Bona Septano, dan Markis Kido/Hendra Setiawan. 

    Kido/Hendra menjadi unggulan ketiga. Peraih emas Olimpiade Beijing 2008 ini akan berhadapan dengan pasangan Naoki Kawamae/Shoji Sato dari jepang di babak pertama. "Mudah-mudahan kami bisa melewati babak pertama," kata Hendra yang belum lama sembuh dari penyakit demam berdarah. Menurut Hendra, lawan yang berat adalah dari Korea dan Malaysia.

    Di nomor ganda putri, Indonesia diwakili oleh dua pasangan yang baru dibentuk Aryono Minarat, pelatih ganda putri Pelatnas Cipayung, yaitu Meliana Jauhari/Greysia Polii dan Shendy Puspa Irawati/Nitya Krishida Maheswari. Menurut Aryono, kemungkinan Shendy/Nitya akan lebih panjang perjalanannya daripada Meliana/Polii karena musuh yang dihadapi Shendy/Nitya lebih ringan yaitu pasangan dari India. Sedangkan, Meliana/Polii akan langsung bertemu pasangan Malaysia yang menjadi unggulan empat pada babak pertama.

    Pasangan ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir yang pernah menjadi finalis All England 2008 akan kembali beradu kekuatan. Nova/Liliyana mendapatkan posisi yang sedikit menguntungkan karena berada di pool bawah dan tidak langsung bertemu dengan pasangan China. "Hasil drawing sedikit menguntungkan karena tiga pasangan China ada di pool atas," kata Liliyana. 

    Pasangan campuran, Frans Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet juga akan diturunkan. "Frans/Pia tidak dibebani target," kata Richard Mainaky. Tumpuan harapan emas All England, kata Richard kemungkinan bisa diraih oleh Nova/Liliyana.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.