Ljubicic: Sungguh Fantastis Bisa Meraihnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ivan Ljubicic. AP Photo/Mark J. Terrill

    Ivan Ljubicic. AP Photo/Mark J. Terrill

    TEMPO Interaktif, Indian Wells -  Kejutan yang dihadirkan petenis Kroasia, Ivan Ljubicic, di ATP Indian Wells mencapai klimaks di pertandingan final. Dalam pertandingan penuh emosional selama sekitar dua jam, petenis berusia 31 tahun itu bermain gemilang dengan mengalahkan unggulan ketujuh asal Amerika Serikat, Andy Roddick, 7-6, 7-6, Senin (22/3) waktu Indonesia.

    Salah satu kunci kemenangan Ljubicic adalah permainan servisnya. Petenis yang punya nama panggilan ‘Looby’ itu mempertunjukkan servis-servis kerasnya untuk meladeni perlawanan Roddick yang didukung publik Indian Wells Tennis Garden. Ljubicic tercatat berhasil menghasilkan 20 kali servis as. Petenis dengan tinggi 1,93 senti meter itu juga sukses melayangkan 42 pukulan yang kemudian mengantarkannya meraih gelar turnamen katagori Masters untuk pertama kalinya ini.

    “Rasanya sungguh fantastis akhirnya (aku) bisa meraihnya,” kata mantan petenis peringkat tiga dunia itu. “Ada saat tertentu -- pada 2005, 2006 (ketika kalah di final Masters)-- ketika seharusnya aku merasa pantas mendapatkannya. Jadi (hasil) ini memberi keistimewaan dalam karier anda,” lanjut Ljubicic, yang merupakan unggulan ke-20.

    Pertandingan kedua petenis berlangsung ketat. Roddick mengawali pertandingan dengan buruk setelah langsung tertinggal 0-40 di game pertama pada giliran servisnya. Ia sempat memberi kesulitan yang sama untuk Ljubicic di game keempat. Namun Ljubicic segera berbalik menekan Roddick dengan memborbardir Roddick dengan servis as secara beruntun. Ljubicic akhirnya bisa menyudahi game itu melalui pukulan backhand yang menghujam sisi lapangan Roddick. Game-game selanjutnya kembali berjalan ketat sebelum akhirnya dimenangi Ljubicic lewat permainan tie break.

    Permainan servis masih mewarnai set kedua. Ini terutama terlihat di game kesembilan saat Roddick tak mampu menyelesaikan dua kali posisi break poin. Ljubicic akhirnya menutup game itu melalui servis-servis kerasnya yang tak mampu dibendung Roddick.

    Pertandingan kembali memasuki permainan tie break ketika Roddick mampu menyelamatkan tiga kali match point yang diraih Ljubicic untuk meraih kedudukan 5-6. Namun di game terakhir Ljubicic tak membuat kesalahan. Ia kembali menutup pertandingan dengan servis keras yang tak mampu dikembalikan Roddick.

    “Servisnya (Ljubicic) memang hebat. Dua hari terakhir ini seperti eksibisi bagaimana mencetak poin-poin dengan permainan servis hebat,” kata Roddick.

    Sebelum melangkah ke final, Ljubicic memang menunjukkan permainan memukau melalui servis-servisnya. Ia menyingkirkan unggulan kedua asal Serbia, Novak Djokovic, di babak keempat dan menghentikan unggulan ketiga asal Spanyol, Rafael Nadal, di semi final.

    Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Ljubicic di turnamen katagori Masters. Peringkat Ljubicic juga langsung meroket tujuh tingkat setelah sebelumnya hanya menduduki peringkat ke-20 petenis tunggal putra dunia. Namun, Ljubicic sepertinya tak peduli soal peringkat. “Fakta bahwa aku menang di sini tidak membuatku menjadi (petenis) nomor tiga atau lima dunia. Aku hanya butuh untuk lebih realistis saja,” kata Ljubicic.

    REUTERS/RINA WIDIASTUTI/ARIS M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.