Nets Lolos dari Daftar Tim Terburuk NBA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain New Jersey Nets Jarvis Hayes (kanan) dan Yi Jianlian merayakan kemenangan  Nets atas San Antonio Spurs. AP Photo/Bill Kostroun

    Pemain New Jersey Nets Jarvis Hayes (kanan) dan Yi Jianlian merayakan kemenangan Nets atas San Antonio Spurs. AP Photo/Bill Kostroun

    TEMPO Interaktif, New Jersey - Sorak sorai penonton di Stadion IZOD Center membahana ketika pemandu acara Gary Sussman berteriak, "Kita dapat yang ke-10, Nets menang!" Ya, saat itu New Jersey Nets sukses menaklukkan tamunya, San Antonio Spurs, dalam lanjutan Liga Basket Amerika (NBA) dengan skor 90-84, Senin (29/3) waktu setempat. Dengan hasil ini, Nets berhasil lolos dari daftar tim terburuk sepanjang sejarah NBA.

    Babak reguler NBA di mana setiap tim akan bermain sebanyak 82 kali memang belum usai. Namun hingga saat ini Nets sendiri sudah menderita 64 kekalahan, 18 di antaranya dialami secara berturut-turut. Dengan keberhasilan Nets mengalahkan Spurs, hingga saat ini tim Philadelphia 76ers masih menjadi tim dengan rekor kemenangan terburuk di NBA. Pada musim kompetisi 1972-1973, Sixers hanya mampu meraih sembilan kemenangan di babak reguler.

    "Aku lega bisa mendapatkannya, sungguh. kami tidak ingin menjadi bagian dari tim dengan rekor kemenangan terburuk sepanjang sejarah," kata guard Nets Devin Harris. "Sangat menyenangkan bisa mendapat 10 kemenangan. Kami jarang sekali menang, jadi saat ini kami sangat gembira, anda tentu paham maksudku."

    Brook Lopez mengemas 22 poin dan 12 rebound untuk membantu Nets menang atas Spurs untuk pertama kalinya sejak putaran final NBA 2003. "Ini luar biasa, rasanya seperti kebebasan. Sekarang kami bisa tampil lebih tenang dalam bermain," kata guard Nets, Courtney Lee, yang mengemas 19 poin dalam pertandingan itu.

    Spurs sendiri tengah berada dalam kesulitan setelah kehilangan Manu Ginobili yang cedera otot punggung. Padahal dia adalah pelapis andalan Spurs setelah ditinggal Tony Parker yang absen karena patah tangan. Ginobili pernah mencetak 30 poin dalam tiga pertandingan ketika Spurs tampil tanpa Parker. Center Spurs, Tim Duncan, di laga itu mengemas 13 poin dan 12 rebound. George Hill menambah 19 poin dan Richard Jefferson mengemas 16 poin namun itu tak mampu menolong Spurs lolos dari kekalahan.

    Pelatih Spurs, Gregg Popovich, merasa sangat kecewa dengan penampilan timnya, terutama karena banyak peluang poin yang hilang begitu saja. "Tidak banyak pemain yang bisa mencetak angka. Jika tidak mencetak angka, seharusnya bisa dapat poin dari free throw atau paling tidak bisa menjaga bola, tapi itu pun kami gagal juga. Kami benar-benar tampil buruk kali ini," kata dia.

    Duncan pun merasa salut dengan kemampuan para pemain Nets yang bisa keluar dari tekanan buruknya rekor kemenangan. "Nets punya banyak pemain yang bagus, kami melakukan kesalahan dengan membiarkan mereka tampil percaya diri dan akhirnya mereka bermain lebih baik daripada yang kami lakukan," kata Duncan.

    AP| NBA| GABRIEL WAHYU TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.