Suryo Agung Bertanding di India  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sprinter Indonesia, Suryo Agung Wibowo usai memenangi laga final lari 100 meter putra Sea Games XXV 2009 Laos, di Vientiane, Minggu (13/12). Suryo Agung mencatatkan rekor baru Sea Games yakni 10.17 detik dan meraih medali emas. ANTARA/Andika Wahyu

    Sprinter Indonesia, Suryo Agung Wibowo usai memenangi laga final lari 100 meter putra Sea Games XXV 2009 Laos, di Vientiane, Minggu (13/12). Suryo Agung mencatatkan rekor baru Sea Games yakni 10.17 detik dan meraih medali emas. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pelari sprint nasional Suryo Agung Wibowo bakal dikirim ke India untuk mengikuti tiga seri kejuaraan Asian Grand Prix yang akan berlangsung di New Delhi India, 1-9 Juni mendatang. Suryo akan turun di lari 100 meter sekaligus akan turun di lari estafet 4 x 100 meter bersama, Fadlin, Heru Astriyanto, Fernando Lumain, dan Riski Latip. Selain kelima sprinter putra, Dedeh Erawati juga akan turun di lari gawang 100 meter.

    “Di kejuaraan itu kita berusaha mendekati rekor nasional 2007 yaitu 39,79 detik,” kata Eni Nuraini, pelatih sprinter pelatnas atletik saat ditemui di sela-sela melatih, Rabu (21/4).

    Namun, Eni menambahkan kemungkinan salah satu antara Fernando atau Riski tidak akan diturunkan pada ajang kejuaraan tersebut karena kondisi cidera yang dialami. Fernando mengalami cidera amstring, sedangkan Riski cidera di bagian ligamen.

    Sepulang dari India, para atlet tersebut direncanakan akan dikirim ke Jerman untuk menjalani pelatih sekaligus ikut pertandingan selama satu setengah bulan. Setelah itu, akhir Juli mereka akan kembali ke Indonesia untuk ikut di kejuaraan nasional atletik.

    “Itu untuk persiapan Asian Games karena setelah bulan Agustus tidak ada kejuaraan besar yang bisa diikuti,” kata Budi Dharma Sidi, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

    Jerman dipilih menjadi tempat pelatihan karena posisinya berada di tengah-tengah Eropa sehingga mudah mengikuti kejuaraan di negara lain di wilayah Eropa. Pertimbangan lain, pada musim panas Juni-Juli hampir setiap minggu terdapat kejuaraan yang bisa diikuti.

    Budi berharap para atlet bisa mencapai puncak performace-nya pada saat kejuaraan nasional Juli nanti dan pada pesta olaharaga tingkat Asia di Guangzhou, bulan November.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.