Jakarta BNI 46 Perbesar Peluang Lolos ke Grand Final  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Jakarta Elektrik PLN, Berlian Marsheilla (kiri)  melakukan smash yang di blok pemain Jakarta TNI AU, Sulis (tengah) dan EKa dalam pertandingan final four Proliga Putri di Solo (8/5). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Pemain Jakarta Elektrik PLN, Berlian Marsheilla (kiri) melakukan smash yang di blok pemain Jakarta TNI AU, Sulis (tengah) dan EKa dalam pertandingan final four Proliga Putri di Solo (8/5). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO Interaktif, Surakarta - Tim putri Jakarta BNI 46 memperbesar peluang lolos ke grand final Sampoerna Hijau Voli Proliga 2010. Dalam pertandingan final four putaran II di Surakarta, Sabtu (8/5) malam, mereka berhasil mengalahkan Gresik Petrokimia dengan skor 3-1 (25-23, 25-18, 22-25, 25-21).

    Dengan kemenangan tersebut, Jakarta BNI 46 kini menempati posisi kedua dengan nilai delapan. Pada pertandingan terakhir, mereka akan berhadapan dengan juara bertahan Jakarta Electric PLN. “Kami harus menang,” tandas Asisten Pelatih Jakarta BNI 46 Sukirno kepada wartawan seusai pertandingan, Sabtu (8/5) malam.

    Menurut Sukirno, situasinya akan jadi pelik ketika timnya kalah melawan Jakarta Electric PLN, sementara Gresik Petrokimia yang juga masih berpeluang, berhasil mengalahkan Jakarta TNI AU. “Nanti yang lolos harus dengan hitung-hitungan rasio poin,” tandasnya.

    Untuk itu, Sukirno menyatakan tidak akan mengubah komposisi tim yang berhasil mengalahkan Gresik Petrokimia. “Kami juga akan menginstruksikan kepada pemain untuk istirahat total agar siap bertanding. Kalau masalah mental, saya yakin mental anak-anak sudah cukup bagus,” katanya.

    Dia juga berharap Jakarta Electric PLN tidak ngotot mengejar kemenangan, mengingat sudah memastikan lolos ke grand final di Jakarta.

    Senada dengan Sukirno, Asisten Manajer Gresik Petrokimia Arief Prapsoedi juga optimistis timnya mampu menemani Jakarta Electric PLN di grand final. Syaratnya, “Kami harus menang (melawan Jakarta TNI AU). Kami harus bermain all out. Kalau bisa dengan skor 3-0,” tuturnya.

    Menurut Arief, kekurangan yang tampak saat kalah dari Jakarta BNI 46 sudah diketahui dan bisa diperbaiki. “Kekurangan kami, anak-anak bermain relatif agak tegang. Sebab mereka masih terbebani kekalahan dari Jakarta Electric PLN,” jelas dia.

    Alasan lainnya, timnya mayoritas dihuni pemain muda, sehingga sering tidak kuat menanggung beban berat harus menang. “Rataan usia pemain kami 19 tahun,” pungkasnya.

    UKKY PRIMARTANTYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.