LeBron James Buruk, Cavaliers pun Terpuruk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • LeBron James. AP/Nam Y. Huh

    LeBron James. AP/Nam Y. Huh

    TEMPO Interaktif, Cleveland - LeBron James dan Cleveland Cavaliers terpojok. Boston Celtics mengalahkan mereka 120-88 dalam pertandingan kelima semifinal Wilayah Timur Liga Bola Basket Amerika (NBA), Selasa (8/5). Dimotori Ray Allen yang mencetak 25 poin dan Rajon Rondo memborong 16 angka di babak kedua, Cleveland kini memimpin 3-2. Bagaimana dengan James? Sangat mengejutkan. Ia hanya mampu mencetak 15 poin. Peraih penghargaan pemain terbaik MVP dua kali itu gagal dalam tujuh tembakan pertamanya sehingga mendapat cemoohan dari para suporter timnya. 

    Paul Pierce menambah 21 poin dan Kevin Garnett 18 angka buat Celtics yang membuat Cavs menerima kekalahan terburuk dalam sejarah playoff NBA. James dan kawan-kawan pun terancam tersisih bila kalah lagi dalam pertandingan keenam Kamis (10/5). "Kami tidak bisa bangkit di sini," kata Garnett. "Tadinya kami berpikir ini adalah kesempatan kami untuk bisa bangkit dalam tujuh pertandingan." ia melanjutkan. 

    James, 25 tahun, bakal menyandang status bebas agen pada 1 Juli nanti. Karena itu, pertandingan kelima yang berakhir dengan kekalahan menyakitkan buat Cavaliers bisa jadi penampilan terakhir sang bintang itu di kandang buat tim dari Cleveland itu. Kecuali, ia berhasil memulihkan citranya di pertandingan keenam dengan membawa kemenangan bagi timnya sehingga pertandingan ketujuh harus digelar pada Minggu mendatang di Cleveland.  

    Sebelum pertandingan, Pelatih Celtics, Doc Rivers, mengatakan mereka tidak akan mengubah strategi. "Kami tidak butuh siapapun untuk bermain sebagai pahlawan bola basket. Kami adalah satu tim. Kami bagus ketika kami satu tim," kata Rivers. AP | REUTERS | PRASETYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.