Keajaiban Besar untuk Magic

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dwight Howard (kiri) mengambil ancang-ancang untuk shoot dengan dijaga oleh Kendrick Perkins. AP/Elise Amendola

    Dwight Howard (kiri) mengambil ancang-ancang untuk shoot dengan dijaga oleh Kendrick Perkins. AP/Elise Amendola

    TEMPO Interaktif, Boston - Sudah tertinggal 0-3 dari Boston Celtics, Orlando Magic ternyata belum kehilangan semua "keajaiban"-nya. Pada laga keempat di final Wilayah Timur Liga Basket Amerika (NBA), Senin (24/5) waktu setempat, Magic sukses menumbangkan Celtics 96-92 di hadapan pendukungnya sendiri melalui babak tambahan (overtime). Kini kedudukan 3-1 dan Magic punya keuntungan karena pertandingan kelima akan dilangsungkan di Orlando.

    Center Magic, Dwight Howard, kembali menjadi penyelamat Magic ketika ia sukses melesakkan bola tembakan rekan setimnya, Jameer Nelson, yang meleset dari ring. Upaya Howard itu yang membuat Magic unggul 96-92 saat waktu pertandingan tinggal tersisa 53 detik lagi. Forward Celtics, Paul Pierce, punya kesempatan memperkecil selisih poin namun upaya dua kali tembakan tiga angkanya gagal dan bola diamankan para pemain Magic.

    "Kini kami kembali ke Orlando, semoga semuanya sudah siap karena kami masih punya kesempatan. Keyakinan itu harus tetap dipertahankan," kata Howard yang total mencetak 32 poin dan 16 rebound dalam laga itu. Nelson mengemas 23 poin dan sembilan assist untuk membantu kemenangan Magic. Forward Magic, Rashard Lewis, mencetak 13 poin dan J.J. Reddick menyumbangkan 12 angka.

    Ada pun di kubu Celtics, the Big Three -- Kevin Garnett, Ray Allen, dan Pierce -- masih menjadi andalan. Pierce mencetak 32 poin dan 11 rebound dan Allen menyumbangkan 22 angka. Sedangkan Garnett membukukan double-double dengan 14 poin dan 12 rebound. Namun hanya tiga pemain ini yang mampu mencetak poin ganda, sedangkan lima dari delapan rekan mereka hanya membuat poin di bawah 10.

    Meski akan memainkan pertandingan kelima di Orlando, Magic justru berada dalam tekanan besar. Sebab, hingga saat ini belum ada satu tim pun yang berhasil menang dalam seri the best of seven setelah tertinggal 3-0 lebih dulu. Beban Celtics terbilang cukup ringan karena mereka hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk maju ke final NBA dan berusaha meraih trofi juara keduanya dalam tiga tahun terakhir.

    Celtics dan Magic akan memainkan pertandingan kelima pada Rabu (26/5) waktu setempat atau Kamis (27/5) waktu Indonesia. Celtics sudah berpengalaman tampil di Orlando dan sukses mengalahkan Magic pada dua game. Namun Magic bakal membuat Celtics kesulitan karena di Boston saja Magic memaksakan overtime dan akhirnya menang.

    Jika Celtics sukses merebut pertandingan kelima, mereka akan maju ke final dan menunggu pemenang pertandingan final Wilayah Barat antara Los Angeles Lakers dan Phoenix Suns. Saat ini Lakers masih memimpin 2-1 atas Suns. Celtics dan Lakers adalah rival berat dan bersaing dalam koleksi trofi juara. Celtics saat ini memiliki 17 gelar juara sedangkan Lakers sudah 16 kali menjuarai NBA.

    AP| NBA| GABRIEL WAHYU TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?