Liliyana/Tontowi Juara di Macau  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Liliyana Natsir. Tempo/Zulkarnain

    Liliyana Natsir. Tempo/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  Pasangan ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad menjadi juara Macau Terbuka Grand Prix Gold 2010. Duo pemain yang baru dipasangkan ini, sukses menekuk Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa di final yang berlangsung di Taipha, Macau, hari ini (1/8), 21-14, 21-18. Usai pertandingan di Macau, Liliyana/Tontowi akan kembali bertanding di Taiwan Terbuka Grand Gold Grand Prix 3-8 Agustus nanti.

    Pertandingan Liliyana/Tontowi melawan Hendra AG berlangsung ketat sampai pertengahan game pertama. Tetapi, pertandingan berubah setelah Liliyana/Tontowi berhasil mendapatkan enam poin secara berurutan sehingga unggul 18-10 dan tidak terkejar. Game kedua berjalan sengit, walapun Liliyana/Tontowi lebih mendominasi keunggulan tetapi selisih poin tipis.

    “Ini suatu kejutan, sekali turun bersama langsung juara,” kata Richard Mainaky, pelatih ganda campuran Pelatnas Cipayung, kepada Tempo, Ahad (1/8). Liliyana yang biasanya berpasangan dengan Nova Widianto, sedang diuji coba berpasangan dengan Tontowi. Sebelumnya, Liliyana uji coba berpasangan dengan Devin Lahardi Fitriawan. Pasangan itu berhasil menjadi juara Singapura Gold Grand Prix setelah tiga kali berduet.

    Richard mengaku sengaja melakukan itu untuk mencari pemain yang pas berpasangan dengan Liliyana apabila Nova (33 tahun) pensiun. Menurutnya, tidak bisa memasangkan pemain putri asal Manado ini dengan sembarangan pemain karena kelasnya sudah pemain dunia.

    Pasangan baru ini, kata Richard mempunyai senjata ampuh pada pola permainan lebih menutup ke depan dan menekan. Richard menilai Tontowi yang juga mempunyai skill bagus nantinya bisa mengimbangi permainan Liliyana. Namun, Tontowi tidak lantas otomatis akan menggantikan Nova karena Liliyana/Nova sudah dipastikan akan bermain di Kejuaraan Dunia dan Asian Games 2010 untuk tahun ini.

    “Apabila Liliyana/Tontowi nanti di Taiwan juga bagus, kemungkinan kami akan menyiapkan program serius agar mereka bisa lolos Olimpiade London 2012,” kata Richard. Sebelumnya, mantan pemain ganda campuran ini sukses menciptakan pasangan kelas dunia seperti Nova/Liliyana dan Tri Kusharjanto/Minarti Timur.

    Pada kejuaraan yang sama, Adriyanti Firdasari kalah dari pemain Cina Li Xuerui di final, dengan skor 21-18, 21-15. Sehingga, satu-satunya wakil Indonesia di tunggal putri ini harus puas menjadi runner up.

    Hendra AG.yang juga turun di ganda putra berpasangan dengan Alvent Yulianto Chandra hanya bisa menjadi runner up setelah terjungkal di final melawan pasangan Korea Selatan Ko Sung Hyung/ Yoo Yeon Seong, 21-17, 21-15.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.