Baghdatis Hadapi Nalbadian di Final Washington Classic

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marcos Baghdatis. AP/Jacquelyn Martin

    Marcos Baghdatis. AP/Jacquelyn Martin

    TEMPO Interaktif,Washington:Petenis Siprus, Marco Baghdatis melaju ke final turnamen Washington Classic usai menaklukkan Xavier Malisse dari Belgia dengan 6-2 dan 7-6 (4), Sabtu (7/8) waktu setempat atau Minggu (8/8) waktu Indonesia. Di final, Baghdatis akan menghadapi petenis Argentina, David Nalbadian, yang berhasil mengalahkan unggulan keempat asal Kroasia, Marin Cilic, 6-2 dan 6-2. 

    Ini adalah final pertama bagi kedua petenis tersebut dalam turnamen di Amerika Serikat. Namun Baghdatis yang menjadi unggulan kedelapan di turnamen itu masih lebih baik dari Nalbadian dengan mengambil tiga kemenangan dari empat kali pertemuan mereka. "Dia petenis yang bagus. Kami sudah saling mengenal dan kami punya gaya permainan yang mirip. Aku harus lebih fokus karena aku sudah bermain bagus kali ini," kata Nalbadian.

    Nalbadian sendiri merupakan petenis non unggulan di turnamen itu. Namun mantan petenis nomor tiga dunia ini tak menemui kesulitan besar saat menghujani Cilic dengan smash kerasnya dan mengakhiri set pertama dengan cepat. Petenis berusia 25 tahun ini hanya butuh 73 menit untuk meyudahi perlawanan Cilic dan lolos ke final pada turnamen pertamanya setelah absen akibat cedera sejak April lalu."Aku bermain cukup bagus kali ini," kata Nalbadian yang posisinya di ranking petenis dunia merosot ke urutan 117.

    Cilic mengakui permainan Nalbadian sangat bagus dan membuatnya kerepotan. Nalbadian mampu mengembalikan serve Cilic dengan lancar. "Pukulan backhand-nya yang meleset hanya sedikit, dia sungguh-sungguh petenis yang bagus dan konsisten. Dia memberikan banyak tekanan dan menghalangiku mendapatkan poin lebih banyak lagi," kata Cilic.

    Ada pun Baghdatis sempat mengalami kesulitan saat menghadapi Malisse di set pertama dan hanya 43 persen servis pertamanya yang masuk. Namun ia mampu menaikkan performanya untuk mengalahkan Malisse. "Ini bukan pertandingan yang mudah tapi aku bermain cukup baik dan melakukan pukulan keras di saat yang tepat," kata Baghdatis yang pernah menembus final Australia Terbuka 2006 namun kalah oleh Roger Federer.

    Kalah di set pertama, Malisse membuat perlawanan sengit di set kedua. Petenis berusia 30 tahun tidak memiliki pukulan backhand yang bagus tapi forehand-nya di set kedua memaksa Baghdatis harus kerja keras hingga harus menjalani tiebreak. "Ketika kau kalah 6-2 lebih dulu pada dasarnya kau sudah tak punya tekanan besar lagi dan hanya memiliki beberapa kesempatan. Namun begitu pertandingan berjalan lagi dan pukulanmu berhasil, rasa percaya diri itu juga ikut meningkat," kata petenis Belgia tersebut.

    REUTERS | GABRIEL WAHYU TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?