Juarai Cina Terbuka, Wozniacki Bidik Grand Slam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Caroline Wozniacki. AP/Alexander F. Yuan

    Caroline Wozniacki. AP/Alexander F. Yuan

    TEMPO Interaktif, Beijing - Kemenangan di turnamen tenis WTA Tour China Terbuka menjadi hadiah tersendiri bagi Caroline Wozniacki. Itu menjadi penanda kemenangan perdana petenis Denmark berusia 20 tahun itu saat menduduki puncak peringkat dunia.

    Wozniacki menundukkan petenis Rusia Vera Zvonareva  6-3, 3-6, 6-3 pada babak final Senin (11/10) kemarin, setelah sempat menunggu lama akibat cuaca buruk. Kini, Wozniacki membidik gelar juara Grand Slam sebagai sasaran berikutnya. meski sukses jadi petenis nomor satu, tapi ia memang belum pernah meraih gelar grand slam itu. "Saya merasa sedang berada di level paling tinggi dan bisa mengalahkan siapa saja," katanya.

    Kalaupun gelar Grand Slam tidak menjadi miliknya di tahun depan, Wozniacki pun tidak akan berkecil hati. "Jika tidak terjadi tahun depan, tidak masalah. Saya masih muda dan masih memiliki banyak waktu," ungkapnya.

    Saat bertanding melawan Zvonareva, Wozniacki sempat sedikit kewalahan. Di set pertama, Wozniacki justru sempat tertinggal 1-3 sebelum akhirnya menahan Zvonareva dan menang. Sempat kehilangan set kedua, Wozniacki seperti kembali pada penampilan awalnya dan akhirnya merebut gelar juara. "Saya pikir, secara general saya telah bermain sangat baik. Saya berusaha tetap fokus dan tetap memberikan tekanan padanya (Zvonareva)," katanya.

    Gelar juara di China Terbuka ini mejadi gelar ke enam bagi Wozniacki sepanjang musim ini. Dan kini, Wozniacki mengaku akan mengambil rehat beberapa hari sebelum berlaga di turnamen tutup tahun WTA Championships in Doha, Qatar, pada akhir bulan ini. "Saya merasa sudah melakukan yang terbaik dan saya menantikan sesuatu yang menyenangkan di Doha nanti," ungkapnya.

    AP | EZTHER LASTANIA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.