Minggu, 18 November 2018

Indonesia Raih Dua Gelar di Taipei Open

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain ganda putri Indonesia Greysia Polii (kanan) dan Nitya Krishinda Maheswari. ANTARA FOTO/Maha Eka Swasta

    Pemain ganda putri Indonesia Greysia Polii (kanan) dan Nitya Krishinda Maheswari. ANTARA FOTO/Maha Eka Swasta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pebulutangkis Indonesia berhasil meraih dua gelar juara di ajang Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2014, lewat pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan Hendra Aprida Gunawan/Andrei Adistia di nomor ganda putra.

    “Indonesia berhasil meraih dua gelar juara di Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2014. Selamat kepada Greysia/Nitya dan Hendra/Andrei atas hasil kerja keras yang diraih, semoga prestasi ini dapat diikuti oleh rekan-rekan lainnya,” kata Gita Wirjawan, Ketua Umum PP PBSI mengomentari hasil di turnamen ini.

    "Kemenangan ini merupakan suatu progres baru bagi sektor ganda putri Indonesia. Gelar juara ini juga dapat menjadi modal kepercayaan diri untuk Greysia/Nitya, sekaligus pembuktian bahwa permainan mereka sudah berada di level kelas elit dunia,” imbuh Gita soal kemenangan Greysia/Nitya.

    Greysia/Nitya kembali mengejutkan para pecinta bulutangkis dengan menumbangkan salah satu ganda putri terbaik dunia, Wang Xiaoli/Yu Yang (Tiongkok).

    Kemenangan ini menjadi yang  kedua kalinya bagi Greysia/Nitya atas Wang/Yu setelah di pertemuan terakhir mereka di French Open Super Series 2013. Saat itu Greysia/Nitya menang 21-17, 14-21, 23-21. Rekor pertemuan kedua pasangan pun menjadi imbang 2-2.

    “Puji Tuhan, kami senang sekali akhirnya bisa tembus jadi juara. Gelar ini membuat kami makin percaya diri jelang World Championships dan Asian Games 2014. Kemenangan ini memang lebih mudah dibanding pertemuan terakhir yang harus rubber game. Kali ini kami bisa mengontrol lawan di lapangan,” ujar Greysia yang dihubungi di Taipei.

    “Kami merasa tampil konsisten, kami tak mau lawan kembali ke permainan mereka. Kami terus memaksa mereka masuk ke irama permainan kami. Selain itu kami percaya dan yakin akan kemampuan kami untuk bisa mengalahkan Wang/Yu lagi,” jelas Nitya kepada Badmintonindonesia.org.

    Sementara itu menurut Eng Hian, Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI yang mendampingi Greysia/Nitya saat bertanding, salah satu kunci kemenangan anak-anak didiknya adalah rasa percaya diri dan keyakinan untuk bisa menaklukkan pemain asal Tiongkok.

    “Para pemain kita cukup disiplin dan konsisten menerapkan strategi. Hal yang paling penting hari ini mereka tidak merasa kalau lawan itu tidak bisa dikalahkan. Kunci utamanya tidak takut sama lawan, karena selama ini pemain-pemain kita, terutama ganda putri, sudah takut duluan kalau melawan pemain Tiongkok. Ini yang menyebabkan permainan dan strategi tidak bisa keluar di lapangan,” ujar Eng.

    Sementara itu nomor ganda campuran, pasangan muda Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika belum berhasil meraih gelar juara setelah dikalahkan wakil Tiongkok, Liu Yuchen/Yu Xiaohan, 12-21, 14-21.

    Dengan hasil ini, Indonesia dan Tiongkok sama-sama meraih dua gelar juara dan satu gelar lagi diraih oleh Korea.

    PBSI | MARTHA W SILABAN

    Berita Lain:
    Mahfud Md.: Dua Capres Sama-sama Curang
    SBY Klaim Mampu Tengahi Perselisihan di Pilpres
    Kalah Telak, Saksi Prabowo Tolak Tanda Tangan
    Luhut Berharap Tokoh Muda Pimpin Golkar
    Komite Buruh Tolak Rencana Pengawalan Suara
    KPU Gelar Rekapitulasi Pemilu Presiden Hari Ini  


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.