Indonesia Dipastikan tanpa Gelar di Cina Terbuka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmad Tontowi (kiri) dan Liliyana Natsir. TEMPO/Firman Hidayat

    Ahmad Tontowi (kiri) dan Liliyana Natsir. TEMPO/Firman Hidayat

    TEMPO.CO, Fuzhou – Tak satu pun pemain Indonesia yang tersisa dalam turnamen bulu tangkis Superseries Premier Cina Terbuka 2014 di Fuzhuo. Dua wakil Indonesia tersisa, pasangan ganda putri Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, sama-sama tersingkir, Jumat, 14 November 2014.

    Nitya/Greysia yang ditempatkan sebagai unggulan keenam dalam turnamen ini ditaklukkan ganda tuan rumah unggulan kedua, Tian Qing/Zhao Yunlei. Ganda putri terbaik Indonesia ini kalah dua game langsung 21-14, 21-17 di babak perempat final.

    Sedangkan dalam laga ganda campuran, unggulan keempat, Tontowi/Liliyana, dibabat Zheng Si Wei/Chen Qingchen di babak perempat final. Ganda campuran Cina non-unggulan ini menang  21-18, 21-15.

    Dengan rontoknya dua pasangan Indonesia itu, berarti para pemain Indonesia harus meninggalkan Cina dengan tangan hampa. Para penggemar bulu tangkis di Indonesia harus bersabar karena mereka kembali ke Tanah Air tanpa buah tangan trofi juara yang sangat diharapkan.

    BWF | AGUS BAHARUDIN

    Berita Lain
    Riedl Optimistis Timnas Melaju ke Final Piala AFF
    Kiper Utama Timnas: Kurnia Meiga atau Made Wirawan
    Gagal Juara, Ini Fokus Pembenahan Persipura
    Persebaya Akhiri Kontrak Rahmad Darmawan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.