Atlet Satlak Prima Butuh Sport Center  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nachrawi, melakukan pengecekan lintasan lari ketika berkunjung ke cabang olahraga atletik di Stadion Madya Senayan, Jakarta, 30 Oktober 2014. Imam Nachrawi meninjau beberapa pusat pelatihan cabang olah raga untuk menghadapi Asian Games 2018. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nachrawi, melakukan pengecekan lintasan lari ketika berkunjung ke cabang olahraga atletik di Stadion Madya Senayan, Jakarta, 30 Oktober 2014. Imam Nachrawi meninjau beberapa pusat pelatihan cabang olah raga untuk menghadapi Asian Games 2018. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Djoko Pekik Irianto mengatakan bahwa prestasi olahraga tidak hanya ditentukan dana yang besar. Ia meyakini prestasi olahraga Indonesia bisa ditingkatkan dengan strategi yang tepat.

    "Anggaran bukan satu-satunya hal yang dapat membuat prestasi olahraga menjadi lebih bagus," ujar Djoko kepada wartawan di kantornya dalam diskusi rutin, Kamis, 15 Januari 2015.

    Menurut Djoko, apabila menerapkan strategi, keterbatasan dana bisa diatasi. Salah satu kuncinya, ia menambahkan, perlu menerapkan prioritas. Sebab, Indonesia bukan negara yang menerapkan sistem liberal maupun komunis. "Kami negara dengan sistem di antara keduanya," ujarnya.

    Pengamat olahraga Fritz Simanjuntak setuju dengan keterangan Djoko terkait sistem negara Indonesia. Namun, ia menambahkan, pemerintah perlu membangun sport center. "Proses pembinaan tidak akan tercapai kalau tidak ada sport center,” ujarnya dalam acara yang sama.

    Mantan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia 1995-2002 itu menilai sport center di Jakabaring, Palembang, bisa digunakan. "Itu bisa, tinggal dikembangkan," ujarnya. Menurut dia, negara-negara lain memilikinya. 

    Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Suwarno menyadari kebutuhan sport center untuk pembinaan atlet. "Satlak Prima belum bisa melakukan optimal sebab tidak mempunyai sport center," ujarnya.

    Selama ini, Suwarno menjelaskan, tugas tim tidak hanya mengurusi atlet Indonesia papan atas, melainkan juga pelapisnya. Selain itu, atlet yang disiapkan itu untuk semua multi-event, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. 

    Ia mencontohkan, pada tahun 2015 ini, atlet yang disiapkan tidak hanya yang akan tampil pada SEA Games 2015 di Singapura, Juni nanti, tetapi juga untuk Olimpiade 2016 dan Asian Games 2018. "Karena kita menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Kita harus mempersiapkannya dengan baik," katanya.

    RINA WIDIASTUTI


    Berita lain:
    PSSI Habiskan Rp 120 Miliar Setahun
    Kangen Menang, Legenda Brasil Ronaldo Main Lagi
    Southampton, Mirip Kembang Api Basah Lalu Membunuh
    Madrid Butuh Menang 3-0 dari Atletico, Mungkinkah?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.