Djokovic Hadapi Federer di Final  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis asal Serbia Novak Djokovic, melompat saat mengembalikan pukulan lawannya John Isner pada pertandingan babak keempat BNP Paribas Opendi Indian Wells, California, 18 Maret 2015. Djokovic menang dua set 6-4 7-6(5) atas John Isner. AP/Mark J. Terrill

    Petenis asal Serbia Novak Djokovic, melompat saat mengembalikan pukulan lawannya John Isner pada pertandingan babak keempat BNP Paribas Opendi Indian Wells, California, 18 Maret 2015. Djokovic menang dua set 6-4 7-6(5) atas John Isner. AP/Mark J. Terrill

    TEMPO.CO, California - Petenis putra nomor satu dunia, Novak Djokovic, menghadapi pemain nomor dua Roger Federer pada babak final turnamen BNP Paribas Open di Indian Wells, California, AS, Minggu siang waktu AS, 22 Maret 2015 atau Senin malam WIB, 23 Maret 2015.

    Djokovic lolos ke final dengan menyisihkan petenis nomor empat dunia asal Inggris, Andy Murray 6-2 6-3 dalam 1 jam, 28 menit. Adapun Federer menjinakkan Milos Raonic (Kanada) 7-5, 6-4.

    Pertemuan Djokovic (27 tahun) dengan Federer (33 tahun) kali ini merupakan pertermuan ke-38 mereka. Pada 37 kali pertemuan sebelumnya Federer unggul 17-20. Pertemuan terakhir mereka pada turnamen di Dubai, Uni Emirat Arab, awal Januari lalu, yang dimenangi Federer 6-3, 7-5.

    Pertandingan final tunggal putra itu akan digelar seusai final tunggal putri yang mempertemukan unggulan ketiga dari Rumania, Simona Halep, dengan unggulan ke-18 dari Serbia, Jelena Jankovic. Halep kini menempati peringkat ketiga dunia, sementara Jankovic yang mantan pemain nomor satu dunia dari Serbia ini sekarang menempati peringkat 21 dunia.

    Turnamen yang levelnya setingkat di bawah turnamen grand slam ini menyediakan hadiah uang total 6,1 juta dolar Amerika atau Rp 118,9 miliar.

    ATP | WTA | BBC | AGUS BAHARUDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.