PSSI Tetap Jadwalkan ISL 2015 dengan 18 Klub  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, meresmikan dimulainya kompetisi sepakbola Indonesia Super League (ISL) 2015, di Jakarta, 14 Februari 2015. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, meresmikan dimulainya kompetisi sepakbola Indonesia Super League (ISL) 2015, di Jakarta, 14 Februari 2015. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.COJakarta - PT Liga Indonesia tidak mengubah jadwal kick-off Liga Super Indonesia (LSI), yakni pada 4 April 2015, meski Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) hanya memberikan rekomendasi izin pertandingan untuk 16 dari total 18 klub peserta. Klub Persebaya Surabaya dan Arema Indonesia dinyatakan tidak lolos verifikasi BOPI dan tidak mendapat rekomendasi tetap masuk dalam jadwal kompetisi.

    CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono telah menyampaikan kepada klub-klub untuk mempersiapkan laga perdana sesuai dengan jadwal. "Apakah kami mendapat izin untuk dapat melaksanakan pertandingan atau tidak, berdasarkan rekomendasi BOPI atau tidak, itu kewenangan dari kepolisian," ujar Joko di kantor PSSI, Senayan, Rabu, 1 April 2015.

    Apabila rekomendasi BOPI itu menjadi alasan kepolisian tidak menerbitkan izin pertandingan, ucap Joko, pihaknya akan menghormati. "Saat terbit izin hanya untuk 16 klub, kami pastikan Liga tidak akan bisa menjalankan hanya dengan 16 klub," tuturnya. Menurut Joko, bukan kewenangan Liga untuk membuat inovasi jumlah peserta kompetisi yang telah diputuskan. Dia berharap masih ada terobosan hingga kick-off bergulir.

    Joko menambahkan, PT Liga menghormati prosedur yang sudah ditempuh BOPI selama ini. "Karenanya, posisi kami tidak dalam mengindahkan atau tidak mengindahkan," katanya. 

    Keputusan BOPI tidak memberi rekomendasi untuk Persebaya dan Arema dengan alasan kepemilikan ganda, menurut Joko, akan didiskusikan dengan PSSI. Bagaimana nanti perkembangan selanjutnya akan dilaporkan ke Federasi Sepak Bola Seluruh Dunia (FIFA). "Kewajiban kami melaporkan perkembangan ke FIFA," tuturnya. 

    RINA WIDIASTUTI
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.