Garbine Muguruza: Jennifer Aniston di Semifinal Wimbledon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Garbine Muguruza Blanco asal Spanyol. (AP Photo/Lynne Sladky)

    Petenis Garbine Muguruza Blanco asal Spanyol. (AP Photo/Lynne Sladky)

    TEMPO.CO, Lomdon - Senyumnya mengingatkan kepada aktris film  Jennifer Aniston dari Amerika Serikat. Tapi, Garbine Muguruza juga bakal setenar Aniston setelah tampil gemilang pada perempat final Turnamen Tenis Wimbledon, Selasa 7 Juli 2015. Kamis mendatang, ia akan melawan Agniezka Radwanska pada semifinal.

    Muguruza menjadi petenis putri Spanyol pertama dalam 18 tahun terakhir yang berhasil maju ke semifinal Wimbledon dengan mengalahkan Timea Bacsinszky dari Swiss 7-5, 6-3 pada perempat final di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London.

    Petenis kelahiran Guatire, Venezuela, Amerika Selatan, 21 tahun lalu ini menyusul jejak Arantxa Sanchez Vicario, petenis putri Spanyol sebelumnya, di seri turnamen Grand Slam lapangan rumput ini.

    Sukses Muguruza akan menjadi semacam obat penyembuh dari kemelut komunitas tenis Spanyol saat ini. Awal Juli 2015 ini, Gala Leon Garcia kehilangan jabatan sebagai kapten tak bermain tim putra Spanyol yang akan tampil di Piala Davis.

    Gala Leon, mantan petenis putri Spanyol, dianggap belum pantas oleh para pemain tim Piala Davis negara itu memimpin mereka dan mendapat protes. Spanyol kemudian mengganti Gala Leon juga dengan mantan pemain putri tapi prestasinya jauh baik sewaktu masih bermain yaitu Conchita Martinez. Penunjukan Conchita menyusul mundurnya Jose Luis Escanuela sebagai presiden Federasi Tenis Spanyol karena penyelidikan dugaan tindakan korupsi.

    Dan, di Wimbledon sekarang ini, Rafael Nadal, mantan pemain nomor satu dunia,  dan para petenis putra Spanyol lainnya sudah tersingkir di nomor tunggal. Nadal pun bakal absen memperkuat tim Piala Davis mereka yang terlempar dari Grup Dunia. Padahal, mereka sebelumnya juara dunia lima kali.

    Di tengah keterpurukan yang sedang dialami tenis Spanyol itu, Muguruza tampil meyakinkan untuk mengalahkan Bacsinszky. Seperti ketika mengalahkan petenis Swiss tersebut pada babak ketiga Australia Terbuka di lapangan keras Melbourne Park, Januari lalu, Muguruza terlibat dalam pertarungan sengit.

    Bacsinszky, 26 tahun, banyak melakukan pukulan yang tak biasa untuk mempertahankan diri menghadapi serangan grounstroke Muguruza. Tidak seperti kebanyakan petenis lain, Bacsinzky terkadang mengganti pegangan raket dari tangan kanan ke kiri. Pukulan slice dan chop dari petenis Swiss ini kerap merepotkan Muguruza.

    Menyadari kemampuan lawannya bergerak cepat ke semua sisi lapangan, Muguruza berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan giliran melakukan pukulan servis pada kesempatan pertama dengan keras dan akurat Itulah salah satu senjata Muguruza untuk mendapatkan kunci kemenangan terutama pada set pertama dan menyelesaikan pertandingan dalam waktu 1 jam 27 menit.

    Dua petenis tersebut sama-sama belum begitu percaya diri kalau bertanding di lapangan rumput. Setelah menang, Muguruza mengungkapkan keterkejutan bisa mencapai semifinal pertamanya dalam Grand Slam di jenis lapangan tersebut.

    Apalagi, petenis berdarah Venezuela ini sebelumnya mengatakan tak pernah akan kembali tampil di permukaan lapangan rumput setelah tampil pertama kali dalam turnamen jenis ini di Birmingham, Inggris, bulan lalu.

    Tapi, Wimbledon tampaknya sudah “memperlakukan” Muguruza lebih baik dibandingkan dalam salah satu turnamen pemanasan menuju seri ketiga Grand Slam tersebut di Birmingham. Muguruza tampil ceria, menarik, dan melakukan foto selfie bersama aktor film Spanyol, Antonio Banderas, dan ruangan makan para pemain dalam acara makan malam menjelang turnamen.

    Muguruza mengungkapkan bagaimana ia lebih gugup menyikapi perjumpaannya dengan Banderas dibandingkan menyongsong pertandingannya dengan Bacsinszky. “Saya bangun pagi (pada hari pertandingan) dan berpikir ingin tampil dalam pertandingan itu. Saya merasa baik dan senang,” kata Muguruza yang melakukan pukulan dengan tangan kanan –dan, dua tangan di backhand.

    Muguruza baru berusia 3 tahun ketika  Sánchez-Vicario mencapai final Wimbledon yang kedua kali. Ia belum mau bicara soal kemungkinan menyamai prestasi seniornya tersebut. Ia hanya bilang, “Semua pengalaman akan banyak menolong ketika Anda yakin bisa melakukan sesuatu. Jadi, saya bertambah percaya diri.”

    Menempati unggulan ke-20, Muguruza akan menghadapi unggulan ke-13 dari Polandia, Agniezka Radwanska, pada pertandingan semifinal tunggal putri yang kedua di Center Court All England Club Kamis 9 Juli 2015.

    Radwanska mengalahkan Madison Keys dari Amerika Serikat 7-6 (3), 3-6, 6-3 untuk menembus semifinal Wimbledon ketiga kali dalam 4 tahun. Tiga tahun lalu, Radwanska dikalahkan Serena Williams pada final. Tahun ini ulang final itu bisa terjadi jika Radwanska menghentikan laju Muguruza dan Serena menyingkirkan Maria Sharapova pada semifinal pertama hari ini.

    GUARDIAN | TENNIS.COM | HARI PRASETYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?