Unggulan Cina Ini Lega Bisa Kalahkan Riky/Richi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganda campuran Indonesia Riky Widianto (kanan) dan Richi Puspita Dili berjabat tangan usai mendapatkan angka ketika melawan pasangan Singapura Loh Kean Hean dan Tan Wei Han pada Axiata Cup di Britama Sport Mall, Jakarta, 1 Desember 2014. Ganda campuran Indonesia menang 21-15, 21-17. ANTARA/Wahyu Putro A

    Ganda campuran Indonesia Riky Widianto (kanan) dan Richi Puspita Dili berjabat tangan usai mendapatkan angka ketika melawan pasangan Singapura Loh Kean Hean dan Tan Wei Han pada Axiata Cup di Britama Sport Mall, Jakarta, 1 Desember 2014. Ganda campuran Indonesia menang 21-15, 21-17. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan ganda campuran nomor empat dunia, Liu Cheng/Bao Yixin harus menghadapi perlawanan keras dari pasangan Indonesia, Riky Widianto/Richi Puspita Dili, demi lolos ke babak perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2015. Bertanding di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2015, Liu/Bao menang dengan rubber game, 23-21, 20-22, 11-21.  

    “Oh, ya Tuhan,” kata Bao saat diwawancarai wartawan CCTV usai pertandingan. “Kami sangat kesulitan di game pertama.”

    Menurut Bao, dia dan partnernya sebenarnya sempat berada di atas angin pada game pertama. Saat itu, mereka bahkan sudah mencapai game point. Liu/Bao sudah unggul 20-17 atas Riky/Richi. “Tapi di poin kritis kami ragu-ragu,” tutur Bao. “Makanya mereka bisa mendapatkan poin.” Game pertama akhirnya dimenangi Riky/Richi.  

    Demikian juga di game kedua. Liu/Bao sudah memimpin 20-16. Tapi, Riky/Richi berhasil mengejar dan menyamakan kedudukan. Sayang, dua poin terakhir gagal direbut Riky/Richi. Liu/Bao akhirnya memenangi game kedua.

    “Di game kedua, saat poin kritis, kami terburu-buru,” kata Richi, yang di turnamen ini menjadi unggulan kesepuluh. “Apalagi, penonton bersorak, ‘Ea, ea.’ Jadi kami terbawa nafsu.”

    Di game ketiga, menurut Richi, lawanya bisa membaca permainannya. “Mereka sudah bisa mengantisipasi penempatan bola kami,” tuturnya. “Saya merasa seharusnya kami bisa menang. Tapi, ternyata strategi kami di game ketiga sudah terbaca.”

    GADI MAKITAN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.