Shelly-Ann Kejar Medali Emas Ketiga di Olimpiade Rio  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet asal Jamaika Shelly-Ann Fraser (kanan) melewati garis finish pertama, di depan rekan senegaranya Kerron Stewart, dalam final lomba lari 100 meter kejuaraan Atletik Dunia di Berlin (18/8). Foto: REUTERS/Michael Dalder

    Atlet asal Jamaika Shelly-Ann Fraser (kanan) melewati garis finish pertama, di depan rekan senegaranya Kerron Stewart, dalam final lomba lari 100 meter kejuaraan Atletik Dunia di Berlin (18/8). Foto: REUTERS/Michael Dalder

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelari wanita asal Jamaika, Shelly-Ann Fraser-Pryce, bertekad bisa meraih medali emas ketiganya di nomor lari 100 meter dalam olimpiade yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil, pada 2016. Pocket Rocket, begitu dia dijuluki, mengaku terus melakukan persiapan, termasuk dengan mengikuti ajang kejuaraan dunia IAAF yang dimulai Sabtu besok di Beijing.

    “Saya merasakan emosi yang campur aduk saat ingat olimpiade pertama saya di Beijing 2008. Saya bukan salah satu yang favorit, bahkan untuk memenangkan medali di sana,” katanya, seperti dikutip laman resmi Olimpiade 2016, rio2016.com, Kamis, 20 Agustus 2015. “Saat di Olimpiade London 2012, sebagai juara bertahan ada harapan besar mempertahankan medali emas 100 meter.”

    Selain meraih dua kali medali emas di olimpiade untuk nomor 100 meter, Fraser-Pryce juga memenangkan medali perak di nomor 200 meter dan estafet 4x100 meter di Olimpiade London 2012. Di Rio, dia kemungkinan akan kembali bersaing di tiga nomor tersebut karena telah mencapai standar kualifikasi dalam 100 meter dan 200 meter. Sementara untuk nomor estafet 4x200 meter, tim Jamaika telah memesan tempat di Brasil.

    Fraser-Pryce akan bersama-sama berjuang di Rio Janeiro bersama rekan satu negaranya, Usain Bolt. Jika berhasil, maka dia akan menjadi orang pertama yang memenangkan tiga gelar olimpiade di nomor 100 meter. Mempunyai tinggi badan 1,53 meter, dia mempunyai ciri khas gaya berjalan.

    Karena itulah, dia dipanggil Pocket Rocket yang pertama kali digunakan oleh seorang komentator olahraga Jamaika saat Olimpiade 2008. “Saya suka dipanggil Pocket Rocket. Ini menggambarkan gaya berjalan saya dengan baik,” katanya. The Pocket Rocket Foundation mencoba untuk menyebarkan cita-cita olimpiade dan mendanai studi atlet muda potensial.

    RIO2016.COM | ANGGA SUKMAWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.