Dana Tak Cair, Jokowi Batal Berikan Bonus Atlet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet tenis meja disabilitas Indonesia David Mikael Jacob berpose bersama plakat bonus yang diterimanya sebagai peraih 7 emas Asean Paragames VI 2011, di Balaikota Solo, Jateng, Rabu (21/12). ANTARA/Andika Betha

    Atlet tenis meja disabilitas Indonesia David Mikael Jacob berpose bersama plakat bonus yang diterimanya sebagai peraih 7 emas Asean Paragames VI 2011, di Balaikota Solo, Jateng, Rabu (21/12). ANTARA/Andika Betha

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo dijadwalkan menyerahkan bonus kepada atlet berprestasi pada peringatan Olahraga Nasional di Istora Senayan siang ini, Rabu, 9 September 2015. Namun jadwal itu urung digelar lantaran Kementerian Pemuda dan Olahraga menyatakan duit bonus belum cair.

    "Masih ada kendala dalam verifikasi identitas dan rekening satu atlet, sehingga terpaksa harus ditunda," kata Gatot S. Dewa Broto, juru bicara Kementerian Olahraga, Rabu, 9 September 2015.

    Sesuai rencana, penghargaan dalam bentuk bonus diberikan kepada 29 atlet dan sebelas pelatih berprestasi pada ajang Special Olympics World Games 2015 Los Angeles, Amerika Serikat. Penghargaan yang sama juga bakal diterima empat atlet dan dua pelatih berprestasi pada Juara Dunia pada single event. Tak ketinggalan sepuluh orang mantan atlet, dua eks pelatih, satu eks wasit, dan satu eks masseur.

    Khusus atlet dan wasit Special Olympics World Games 2015, kata Gatot, duit yang digelontorkan mencapai Rp 8,7 miliar. Duit itu terbagi dua, yakni untuk atlet sebesar Rp 6,7 miliar dan wasit Rp 1,9 miliar. Rinciannya untuk peraih medali emas Rp 200 juta, perak Rp 100 juta, dan perunggu Rp 50 juta. Sedangkan beregu emas Rp 100 juta, perak Rp 50 juta, dan perunggu Rp 25 juta.

    "Untuk pelatih dan asisten sekitar Rp 25 juta hingga Rp 60 juta per orang," ucap Gatot.

    Menurut Gatot, instansinya akan berupaya agar verifikasi atlet bisa segera rampung. Pengumpulan data atlet itu bakal dikebut pada pekan ini. "Kami usahakan sudah dikirim semua pada Senin pekan depan," katanya.

    TRI SUHARMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.