2 Petinju Tewas, Ikatan Dokter Australia Usul Tinju Dilarang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Ramdani

    TEMPO/ Ramdani

    TEMPO.CO, Sydney - Ikatan Dokter Australia (AMA) mengusulkan pelarangan pertandingan tinju. Ini menyusul tewasnya petinju David Browne Jr pada Selasa, 15 September 2015. Kematian Browne menjadikan tumbal kedua pertandingan tinju dalam enam bulan terakhir. AMA beralasan, pertandingan tinju memiliki risiko terlalu besar.

    David Browne Jr tewas setelah empat hari mengalami koma. Browne mengalami cedera setelah KO dari petinju Filipina, Carlo Magali, dalam pertandingan kelas bulu di Kota Sydney, Jumat, 11 September 2015.

    Ayah dua anak itu sempat siuman setelah pertandingan. Namun ia kemudian pingsan dan tidak sadar kembali. Keluarganya memutuskan mencabut alat pendukung kesehatan pada Selasa. Tragedi itu merupakan kematian kedua petinju Australia dalam enam bulan terakhir. Sebelumnya, petinju Braydon Smith tewas setelah kalah melawan petinju Filipina, John Moralde, di Queensland.

    AMA menyebutkan pertandingan tinju memang dirancang untuk mengakibatkan cedera pada bagian kepala. Wakil Presiden AMA Stephen Parnis mengatakan cedera kepala pasti terjadi akibat rancangan pertandingan itu. "Pasti petarung akan berdarah atau mengalami cedera otak yang tidak bisa pulih. Jika tidak tewas, akan berujung pada kerusakan otak," kata Parnis, seperti diberitakan ABC.

    Badan pertandingan olahraga tarung Australia kini tengah melakukan kajian terhadap tinju. Kepolisian Australia juga melakukan penyelidikan terhadap insiden tinju di Australia tersebut.

    ABC | REUTERS | GURUH RIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.