Swiss Setujui Ekstradisi Pejabat FIFA ke Amerika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepp Blatter berjalan meninggalkan ruang jumpa pers di markas FIFA di Zurich, Swiss, 3 Juni 2015. Blatter mundur setelah badan sepak bola dunia tersebut diguncang skandal korupsi. VALERIANO DI DOMENICO/AFP/Getty Images

    Sepp Blatter berjalan meninggalkan ruang jumpa pers di markas FIFA di Zurich, Swiss, 3 Juni 2015. Blatter mundur setelah badan sepak bola dunia tersebut diguncang skandal korupsi. VALERIANO DI DOMENICO/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Zurich - Pihak berwenang Swiss telah menyetujui ekstradisi Eugenio Figueredo, mantan Wakil Presiden Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), ke Amerika Serikat sebagai bagian dari penyelidikan skandal korupsi dan suap di badan sepak bola dunia itu. Hal ini dinyatakan pemerintah Swiss, Kamis, 17 September 2015.

    Figueredo yang juga mantan Presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol) ditangkap polisi Swiss bersama enam pejabat teras FIFA. Penangkapan di satu hotel mewah di Zurich, Swiss, itu berlangsung menjelang Kongres FIFA, pada Mei lalu. Penangkapan itu didasarkan pada hasil penyelidikan Biro Penyelidik Federal Amerika (FBI) terhadap skandal korupsi dan suap di FIFA.

    Figueredo memiliki kesempatan 30 hari untuk melakukan banding terhadap putusan Kantor Hukum Federal Swiss yang mengizinkan ekstradisinya ke Amerika Serikat.  

    Skandal korupsi itu merupakan yang terburuk dan terbesar sepanjang sejarah FIFA. Skandal itu mendorong mundurnya Presiden FIFA dari Swiss, Sepp Blatter, yang akhir Mei lalu dipilih memimpin badan sepak bola dunia itu untuk kelima kalinya. Pengunduran diri Blatter dilakukan hanya empat hari setelah dia dipilih kembali menjadi Presiden FIFA.

    Badan sepak bola dunia itu akan menyelenggarakan kongres luar biasa di Zurich, Swiss, pada Februari mendatang. Pada kongres nanti akan dipilih Presiden FIFA yang baru pengganti Blatter.

    REUTERS | AGUS BAHARUDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.