Denmark Terbuka, Greysia/Nitya Terpaksa Angkat Koper Lebih Dini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganda Putri Indonesia, Greysia Polii dan Nitya Krishinda Maheswari mengembalikan bola saat bertanding melawan ganda putri Korea Selatan, Chang Ye-na dan Lee So-hee dalam Final Korea Open Badminton di Seoul, Korea Selatan, 20 September 2015. AP Photo

    Ganda Putri Indonesia, Greysia Polii dan Nitya Krishinda Maheswari mengembalikan bola saat bertanding melawan ganda putri Korea Selatan, Chang Ye-na dan Lee So-hee dalam Final Korea Open Badminton di Seoul, Korea Selatan, 20 September 2015. AP Photo

    TEMPO.CO, Kopenhagen - Ganda putri bulu tangkis Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, tersingkir pada putaran pertama turnamen Denmark Terbuka 2015. Pasangan Greysia/Nitya kalah oleh atlet Korea Selatan, Chang Ye Na/Lee So Hee.

    "Pola permainan kami sudah mempengaruhi permainan lawan pada game pertama. Saat mereka mampu mengejar dengan permainan cepat, kami justru yang ikut bermain terburu-buru dan pola permainan itu menjadi bumerang bagi kami," kata Nitya selepas pertandingan di Odense, Denmark, Rabu waktu setempat, seperti dikutip Tim Humas dan Media Sosial Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dalam situs resmi mereka.

    Greysia/Nitya, yang merupakan unggulan keenam, kalah 13-21, 14-21 dalam pertandingan selama 45 menit dari ganda Korea Selatan tersebut.

    Kekalahan itu menyeimbangkan rekor pertemuan Greysia/Nitya dengan Chang/Lee menjadi 1-1. Pada pertemuan sebelumnya, dalam Korea Terbuka 2015, ganda putri Indonesia itu mengalahkan Chang/Lee 21-15, 21-18.

    "Permainan mereka sangat matang. Sedangkan kami ingin cepat menang dan tidak sabar. Tapi itu justru menjadi bumerang bagi kami ,seperti disebut Nitya. Serangan-serangan lawan dalam turnamen ini berbeda saat kami bertemu di Korea," kata Greysia.

    Pelatih ganda putri PBSI, Eng Hian, mengatakan penampilan Greysia/Nitya dalam turnamen tingkat superseries premier itu tidak menggembirakan karena pola pikir anak asuhnya masih sering terpengaruh lawan.

    "Saat strategi yang mereka jalankan tidak berhasil, saya mengarahkan agar mereka tidak panik. Tapi mereka justru bermain dengan panik. Pola pikir mereka harus dibentuk lagi," kata dia, mengevaluasi penampilan atletnya.

    Eng Hian menambahkan, Greysia/Nitya perlu mengendalikan emosi karena lawan juga telah mengevaluasi penampilan mereka yang berbeda dengan penampilan dalam Korea Terbuka 2015.

    Meskipun kalah di Denmark, Greysia/Nitya akan kembali berlaga pada turnamen tingkat super series, Prancis Terbuka 2015.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.