Bermain di Nomor Nanqua, Juwita Merasa Lebih Nyaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tai Cheau Xuen saat berlaga di final wushu nanquan putri di Asian Games 2014 di Incheon, 20 September 2014. Dengan didiskualifikasinya Tai, medali emas akan diperuntukkan bagi Atlet Indonesia Juwita Niza Wasni, yang sebelumnya mendapatkan medali perak. BAY ISMOYO/AFP/Getty Images

    Tai Cheau Xuen saat berlaga di final wushu nanquan putri di Asian Games 2014 di Incheon, 20 September 2014. Dengan didiskualifikasinya Tai, medali emas akan diperuntukkan bagi Atlet Indonesia Juwita Niza Wasni, yang sebelumnya mendapatkan medali perak. BAY ISMOYO/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet wushu putri Indonesia Juwita Niza Wasni merasa lebih nyaman bertanding pada nomor nanquan pada Kejuaraan Dunia Wushu ke-13 di Istora Senayan, Jakarta.

    "Aku merasa nyaman di nomor nanquan karena bisa lebih ekspresif," kata Juwita yang juga mengikuti nomor lain, yaitu nandao dan nangun putri, kepada Antara di Jakarta, Senin.

    Meski lebih menyukai nanquan, dara berusia 19 tahun ini mengaku tidak membeda-bedakan nomor ini saat latihan.

    "Aku enggak membeda-bedakan latihannya, tetap dengan porsi yang sama setiap nomornya," kata perempuan asal Sumatera Utara itu.

    Pada pertandingan wushu dunia 2015 ini, Juwita menyumbangkan sebuah perunggu pada nomor nanquan putri kemarin (15/11).

    Ia mengaku tidak menargetkan mendapatkan medali para kejuaraan dunia kedua yang diikutinya.

    "Aku senang bisa dapat perunggu karena dari awal aku enggak nargetin, aku cuma berusaha fokus di lapangan dan memberikan yang terbaik," kata dia.

    Juwita yang sudah berlatih wushu selama sebelas tahun merasa gugup saat bertanding karena dia mendapatkan kesempatan pertama saat bertanding.

    Esok (17/11), Juwita akan bertanding pada nomor nandao dan nangun putri.

    Ia berharap dapat menuai hasil yang serupa pada pertandingan sebelumnya.

    Saat ini, klasmen sementara Indonesia berada pada posisi kedua dengan memperoleh tiga emas dan dua perunggu, sedangkan posisi pertama masih ditempati Tiongkok dengan lima emas.


    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?